BNI Menolak Menukar Rp 50 Ribu Rusak

Suara Pembaca

BNI Menolak Menukar Rp 50 Ribu Rusak

- detikNews
Senin, 15 Mei 2006 11:41 WIB
Keluhan
Kejadian pada Senin (15/5/2006) pukul 08.08 WIB. Saya menarik uang di ATM BNI KCU Margonda, Jl Margonda Raya Depok. Saya menarik uang Rp 500 ribu dalam pecahan Rp 50 ribu. Saat saya mengecek kembali, saya menemukan satu lembar robek di bagian tengah dan tepi. Kemudian saya complain ke teller untuk meminta uang yang baru. Tanggapan dari teller perempuan ini sungguh mengecewakan. "Bagian teller tidak dapat menangani masalah ibu. Ibu harus melakukan pengaduan ke bagian pelayanan nasabah," katanya.Setelah itu saya ke bagian pelayanan nasabah, karena saya diminta untuk mengisi formulir pengaduan. Kemudian saya diminta menghadap ibu Dwi Handayani di Bagian Cash Vault. Jawabannya mengagetkan saya. "Penukaran ini tidak bisa dilakukan sekarang, karena ibu melakukan penarikan melalui ATM, bukan teller," kata Ibu Dwi. Saya heran, BNI sendiri sejak 1 Mei 2005 membuat kebijakan untuk mengenakan biaya transaksi sebesar Rp 2.500 untuk setiap penarikan di bawah Rp 5 juta melalui teller, untuk wilayah Jabodetabek. Saya bilang, "Saya heran BNI sendiri encourage nasabahnya menggunakan ATM. Sekerang saya pakai ATM dan ada complain, BNI tidak bisa menangani itu segera." Ibu Dwi Handayani malah menjawab, "Minimal diperlukan tiga hari untuk mengatasi complain ibu, karena saya harus mengadukan masalah ini ke Divisi ATM Center BNI." Saya pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saya sangat kecewa dengan pelayanan BNI. Untuk menukar uang Rp 50 ribu yang rusak saja, tidak bisa segera diselesaikan. Bayangkan, hanya Rp 50 ribu. Sungguh sangat tidak profesional, mereka sangat tidak mengutamakan kepuasan pelanggan. Waktu saya tersita 1,5 jam untuk komplain ini, padahal saya harus ke kantor. Saya kini memutuskan untuk melakukan penutupan rekening. Saya yakin masalah peraturan baru BNI ini juga dirasakan oleh nasabah lain. Mendorong nasabah untuk menggunakan ATM, namun lepas tangan ketika ada masalah. Saya kapok jadi nasabah BNI. desti_fitriani@yahoo.com alamat lengkap pada redaksi

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads