Ditipu Bank Mandiri

Suara Pembaca

Ditipu Bank Mandiri

- detikNews
Rabu, 26 Apr 2006 14:21 WIB
Keluhan
Kesetiaan saya menjadi nasabah Bank Mandiri telah dicemarkan oleh sebuah kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Pada tanggal 9 April 2006 sekitar pukul 17.00 WIB, saya mengakses internet banking Bank Mandiri. Namun, alangkah kagetnya saya, melalui internet banking itu, terlihat 4 buah transaksi withdrawal lewat ATM atas nama rekening saya yang tidak pernah saya lakukan sama sekali. Kartu ATM jelas-jelas masih dipegang oleh saya. Ke-4 transaksi itu bertanggal 8 April 2006, hari Sabtu jam 14.24 dan 14.25 WIB serta tanggal 9 April 2006, hari Minggu, jam 15.59 dan 16.00 WIB (Data waktu pengambilan saya peroleh dari karyawan Bank Mandiri) di mana masing-masing transaksi sebesar Rp 2.000.000 (total Rp 8 juta).Melihat kejadian ini, pada pukul 17.15 WIB pada hari yang sama (Minggu, 9 April 2006), saya langsung mendatangi Bank Mandiri Cabang Mal Kelapa Gading (kebetulan saya adalah tenant dari mal tersebut) untuk mengadukan perihal tersebut. Saya diterima oleh Bapak Supriatna -- karyawan piket -- dan setelah saya cari tahu lebih lanjut Bapak ini adalah pimpinan cabang Bank Mandiri Bekasi. Saya adukan persoalan ini kepada Bapak Supriatna dan meminta account saya diblokir agar dana tidak bisa keluar serta meminta Bapak Supriatna untuk menggunting kartu ATM saya. Selain itu, saya menanyakan apakah Bank Mandiri Cabang Mal Kelapa Gading menyediakan fasilitas CCTV yang merupakan fasilitas standar sebuah bank yang banyak memiliki ATM dan berada di tempat-tempat umum, Bapak Supriatna mengatakan tidak ada. Namun, ada sebuah jawaban lanjutan dari Bapak ini yang membuat saya sebagai nasabah yang menginginkan kenyamanan dalam bertransaksi di bank ini melalui ATM atau langsung.Mengutip omongan Bapak Supriatna kepada saya, "Bank Mandiri harus berinvestasi berapa banyak kalau semua ATM-nya dipakein CCTV". Saya kaget dengan jawaban ini dari seorang pimpinan sebuah cabang bank karena menurut saya CCTV merupakan faslitas standar yang patut dipenuhi oleh sebuah bank demi menjaga kenyamanan dan keamanan nasabahnya.Saya telusuri lebih jauh persoalan ini. Saya mendapat jawaban dari Bank Mandiri kalau ke-4 transaksi itu adalah transaksi normal yang dilakukan dengan Nomor Kartu yang sama. Saya heran karena bagaimana bisa bank mengeluarkan 2 kartu ATM dengan nomor kartu yang sama?A big question for me! Jika memang isu tentang kartu magnet yang sedang marak saat ini, semestinya bank sebesar Bank Mandiri harus lebih peka mencari solusi untuk melindungi nasabahnya. Pihak Bank Mandiri bisa saja membantah semua complain saya, tetapi saya tetap sebagai nasabah yang merasa sangat dirugikan. Dengan demikian, saya juga bisa membantah keputusan mereka dalam menanggapi keluhan saya tersebut. Setelah saya bercerita ke beberapa teman ternyata modus yang sama seperti saya ini sering sekali terjadi tapi mengapa pihak Bank Mandiri tidak cepat mengambil antisipasi? Saya merasa ditipu oleh Bank Mandiri. Mereka sangat gencar mencari nasabah tetapi ketika nasabahnya mengalami masalah, Bank Mandiri bersikap tidak pPeduli dan sepertinya melemparkan persoalan ini karena kesalahan pribadi si nasabah. Hal inilah yang saya rasakan atas perlakukan Bank Mandiri dalam mengakomodir persoalan kebobolan dana ini. Akibat kejadian ini, saya tarik semua uang dan saya alihkan ke bank lain.mprawira@JabotabekShopping.comAlamat lengkap di redaksi

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait