Keluhan
Membaca suara pembaca di detikcom atas nama Bapak Cahya Kusnandar mengenai tagihan Niaga Mastercard yang telat terus, saya juga mengalami hal yang sama seperti Bapak Cahya. Saya juga pemegang kartu kredit Niaga Visa dengan No. 4599-2101-0055-XXXX atas nama Listia Febriyani H. Sejak bulan Desember 2005, tagihan kartu kredit saya yang jatuh tempo setiap tanggal 25 Desember terlambat datang. Kemudian pada tanggal 26 Desember saya konfirmasikan kepada Layanan Niaga Access Officer, katanya tagihan tersebut sudah diterima oleh seseorang yang bernama "asing" pada tanggal 18 Desember, namun karena alamat penagihan saya itu alamat orangtua saya, jadi tidak ada nama lain selain nama orangtua saya. Kemudian oleh Niaga officer tersebut mengatakan akan diinvestigasi dulu dengan pihak kurir. Baru ketika tanggal 28 Desember 2005, tagihan tersebut datang. Karena pada tanggal 25 Desember tagihan saya belum datang, saya tidak mau membayar terlebih dahulu karena saya belum mengetahui perincian transaksi kartu kredit saya tersebut. Akibat keterlambatan pembayaran, pada tagihan saya bulan Januari, saya dikenakan biaya keterlambatan. Saya kembali menghubungi Niaga officer untuk mengklarifikasi bahwa saya tidak mau dikenakan biaya keterlambatan karena bukan kesalahan saya, kemudian katanya akan didebet kembali pada tagihan bulan Februari. Dan karena saya takut mengalami hal serupa, akhirnya setelah saya mengecek total tagihan bulan Januari dan saya membayar seluruh tagihan tersebut. Namun untuk tagihan bulan Januari 2006, malah lebih parah karena hingga tanggal 16 Maret ini (e-mail dibuat) saya sama sekali belum menerima tagihan tersebut. Kemudian pada tanggal 10 Februari saya menghubungi Niaga officer (Bp. Alvin), katanya tagihan bulan Januari akan dilampirkan sekalian dengan tagihan bulan Februari, jadi ditunggu saja. Tagihan bulan Februari datang tepat seminggu sebelum tanggal jatuh tempo, tapi tidak dilampirkan tagihan bulan Januari seperti yang dijanjikan. Pada akhir Februari, saya menghubungi kesekian kali, Niaga officer mengatakan bahwa berdasarkan info dari kurir kalau tagihan Januari diterima oleh saya sendiri pada tanggal 20 Januari 2006, lalu saya mengatakan bagaimana mungkin tagihan tersebut saya terima bila tagihan tersebut dikirim ke rumah orangtua saya dan saya meminta bukti tanda terimanya. Oleh Niaga officer dikatakan akan diinvestigasi kembali dan saya diminta menelepon kembali. Hingga tanggal 14 Maret 2006 saya menghubungi Niaga kembali, tetap saya mendapat jawaban yang sama "sedang diinvestigasi dengan pihak kurir" dan "diminta menunggu". Yang menjadi pertanyaan bagi saya, bagaimana kerjasama antara Bank Niaga dan pihak kurir dan memakan waktu yang lama sekali, sehingga hampir 2 bulan permasalahan ini belum selesai? Apa tidak ada solusi lain dari Bank Niaga dengan mencetak dan mengirimkan tagihan kembali? Saya pernah mengalami hal serupa dengan bank lain, dan saya diberikan tenggang waktu yang lebih panjang untuk membayar sampai saya menerima tagihan baru yang dicetak kembali. Dan prosesnya itu terbilang cepat, tidak berlarut-larut seperti sekarang.lfebriyani@deloitte.com Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































