Suara Pembaca

Juknis Ujian Sekolah

Ali Chudori - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 13:08 WIB
Keluhan

Pemerintah melalui Mendikbud telah menggulirkan kebijakan "Merdeka Belajar". Salah satu kebijakan ini adalah dihapuskannya USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) menjadi US (Ujian Sekolah) dan telah dituangkan dalam Permendikbud No. 43 tahun 2019.

Saya membaca dan muncul penafsiran yang berbeda baik oleh pendidik maupun para pemangku kepentingan. Penafsiran berbeda terletak pada pasal 5 ayat 1, dalam pasal ini menyebutkan bahwa ujian sekolah berbentuk: portofolio; penugasan; tes tertulis; dan/atau bentuk kegiatan lain...

Penafsiran berbeda tersebut terletak pada apakah bentuk ujian dimaknai boleh dipilih minimal salah satu bentuk atau minimal tiga bentuk karena kata "dan/atau" melekat pada kata tes tertulis. Penjelasan tanda hubung ";" titik koma juga perlu penegasan makna ini.

Jika bentuk ujian menjadi minimal tiga bentuk akan kehilangan makna "Merdeka Belajar" karena alih-alih merdeka, yang terjadi justru menjadi beban bagi pendidik, peserta, dan/atau sekolah. Dampak yang mungkin terjadi adalah menjadikan penilaian dengan asal memenuhi tiga bentuk ujian yang dimaksud.

Mempertimbangkan hal di atas, pemerintah (Kemdikbud) perlu menerbitkan Juknis (Petunjuk Teknis) ujian sekolah sebagai penjelasan rinci makna permendikbud No. 43 tahun 2019. Pelaksanaan ujian sekolah sudah sangat dekat, saya berharap juknis ujian sekolah segera diterbitkan. Terima kasih.


Ali Chudori



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.