Hati-hati Beli Bensin di SPBU Soekarno-Hatta

Suara Pembaca

Hati-hati Beli Bensin di SPBU Soekarno-Hatta

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2005 18:31 WIB
Keluhan
Ini pengalaman pribadi saya yang terjadi pada hari Minggu pagi tanggal 13/11/05. Saat itu saya bersama istri dan anak kami mengantar kepulangan ayah saya ke Solo dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Setelah mengantarkan ayah sampai ke Terminal Bandara, saya bermaksud pulang kembali ke rumah saya di daerah Serpong, namun karena lampu indikasi bahan bakar di mobil saya sudah menyala merah, dan jarum meteran bahan bakar sudah berada pada garis terendah, saya memutuskan untuk mengisi bahan bakar dulu di SPBU yg berada di areal Bandara. Sebelumnya saya memang belum pernah mengisi bahan bakar di SPBU Soekarno Hatta, tetapi karena sering bolak-balik ke bandara, saya tahu ada SPBU di areal Bandara Soekarno-Hatta ini. SPBU ini letaknya kalau dari arah Bandara menuju Jakarta berada di sebelah kiri jalan, agak masuk kurang lebih 200 meter. Saat itu suasana SPBU sedang sepi, saya membawa kendaraan saya ke mesin pengisian bahan bakar yang paling kiri (khusus premium), setelah turun dari kendaraan saya meminta petugas SPBU (yang sayangnya saya tidak ingat namanya) untuk mengisi bahan bakar premium senilai Rp .100.000, - . Sesuai kebiasaan saya selama ini, saya selalu meyakinkan bahwa angka meteran sudah menunjukkan angka 0 dan si petugas sudah mengetikkan nominal yang benar (kali ini Rp 100.000, - ) untuk pengisian premium ke kendaraan saya. Tak lupa saya meminta bon pengisian bahan-bakar kendaraan saya. Setelah premium diisikan, dan mesin pengisi bahan bakar berjalan hingga menunjukkan harga Rp.100.000, -/ 22.2 liter, saya pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Tetapi saat mobil baru berjalan kurang lebih 1 km saya sedikit curiga saat memperhatikan jarum meteran bahan bakar kendaraan saya yang berhenti pada takaran yang 'kurang dari seharusnya' seperti kebiasaan bila saya mengisi premium senilai 100.000,-. Untuk informasi, kendaraan saya adalah Kijang kapsul '97, saat pertama kali pengisian jarum meteran berada pada garis terendah namun setelah pengisian jarum meteran hanya bergerak sampai pada sedikit di atas garis kedua (seperempat bagian saja). Biasanya apabila saya mengisi dengan kondisi bahan bakar seperti di atas, maka jarum meteran akan berada di garis tengah meteran sesuai kapasitas tangki kendaraan saya yang kurang lebih 40 - 50 liter. Karena curiga, saya sengaja me-reset km (indikator jarak tempuh) kendaraan saya ke angka 0, dan saya pun melanjutkan perjalanan saya. Kebetulan pula, pada hari Minggu itu kami sekeluarga bepergian ke Jakarta. Setelah berjalan-jalan dan berkeliling Jakarta dengan kendaraan yg sama, sore harinya kami kembali ke rumah, saat itu indikator bahan bakar kembali manyala dan jarum meteran kendaraan kami kembali sudah berada pada garis terendah lagi. Dan yang membuat saya terkejut adalah jarak yang saya tempuh untuk pengisian Rp.100.000/22.2 liter pagi tadi di SPBU Soekarno Hatta hanyalah 100 km. Saya bukanlah seorang ahli mesin atau ahli kendaraan yang mengerti seluk beluk kendaraan dan bahan bakar, tetapi saya yakin bahwa tidak seharusnya jumlah 22.2 liter itu hanya untuk menempuh 100 km saja.Untuk lebih meyakinkan diri, saya kembali mengisi bahan bakar kali ini di daerah Serpong dan kembali saya mengisi dengan nominal Rp. 100.000,-. Dan ternyata dugaan saya benar, setelah pengisian jarum meteran bahan bakar berada pada posisi tengah meteran, seperti seharusnya.Dari kejadian ini saya yakin bahwa telah terjadi kecurangan pada saat pengisian bahan bakar di kendaraan saya oleh pihak SPBU Soekarno Hatta, yang bagaimana caranya saya tidak ketahui. Berdasarkan pengamatan saya terhadap jarum meteran kendaraan saya, pengisian bahan bakar kendaraan saya tidak sampai 22.2 liter atau senilai Rp. 100.000 barangkali hanya diisikan sekitar kurang lebih 15 literan saja ke kendaraan saya.Oleh sebab itu bagi rekan-rekan yang kebetulan hendak mengisi bahan bakar di SPBU 34-15114 Bandara Soekarno Hatta hendaknya berhati-hati dan memperhatikan benar-benar mesin dan petugas di sana, agar kejadian yang menimpa saya ini tidak sampai terjadi kepada rekan-rekan sekalian. Saya tidak tahu sudah berapa banyak kendaraan yang dicurangi dan berapa banyak orang yang mengeluhkan hal ini, tetapi mudah-mudahan kejadian yang saya alami ini dapat membuat rekan-rekan lebih berhati-hati dalam memilih SPBU. o3b4y@yahoo.comAlamat lengkap pada redaksi

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads