Pelayanan Adam Air Sangat Jelek

Suara Pembaca

Pelayanan Adam Air Sangat Jelek

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2005 11:56 WIB
Keluhan
Trip saya ex MES-JKT-SUB terdaftar di tiket yang di-issued ADAM AIR : 13 SEP / KI 113 / Departure time : 16:45. Saya check in dan minta konfirmasi soal departure time, dan diinfo jadwal on time. Jadi saya masuk ke waiting room. Ditunggu tunggu terus nggak ada panggilan untuk pesawat Adam Air untuk boarding, padahal pesawat lainnya yang terbang hari itu yaitu Awair jam 18:00 sore, juga sudah terbang. Tapi Adam Air yang jelas-jelas tertera 16:45 malahan tidak dipanggil-panggil. Sementara itu juga tidak ada pemberitahuan kepastian pesawat akan delay berapa lama, adanya di monitor UFN/UNTILL FURTHER NOTICE. Akhirnya pesawat baru berangkat jam 18:30 dari Medan, sampai Jakarta saya langsung cari transit counter untuk melapor sambungan trip saya ke Surabaya. Ternyata di hall kedatangan saya disambut 2 staf Adam Air yang langsung menyapa saya dengan panggilan nama saya. Kaget juga kok langsung tahu, apa saya kelamaan jalannya sampai ditunggu-tunggu segala, padahal saya merasa saya tidak memperlambat langkah saya. Ternyata setelah disambut, petugas Adam Air meminta maaf kepada saya atas tidak tersambungnya pesawat mereka dan diinformasikan bahwa saya adalah satu-satunya pax yang menyambung pesawat dari JKT-SUB. Mereka juga memberitahu bahwa mereka telah menyiapkan penginapan agar bisa beristirahat sembari menunggu pesawat berikutnya yang akan terbang keesokan harinya. Pada saat itu saya cuma bisa diam saja karena saya menganggap bahwa walaupun tidak tersambung, tapi saya melihat masih ada tanggung jawab dari mereka untuk mencarikan saya penginapan pada malam itu, dan mereka berdua langsung memandu saya ke area parker mobil untuk diantar ke penginapan yang dimaksud.Ternyata saya diantar ke Mess Adam Air yang penuh dengan karyawan pria dan ditempatkan di salah satu kamar yang ditempati karyawan Adam Air dimana dalam kamar tsb terdapat 4 ranjang berjejer-jejer, dalam keadaan semrawut, nyamuk berkeliaran dan tidak ada fasilitas untuk membersihkan diri/toilet dan perlengkapannya.Pada saat saya menanyakan kenapa saya tidak diantar ke penginapan yang selayaknya, saya hanya dijawab dengan ucapan bahwa inilah yang bisa mereka sediakan untuk saya. Saya jelas keberatan karena saya hanya diminta istirahat, tanpa ganti baju, bahkan tidak bisa untuk membasuh muka agar bisa menghilangkan rasa lelah dengan bagasi yang tertahan di airport, dan tanpa makan malam. Saya mencoba berbicara kepada stafnya yang berlalu-lalang di depan kamar yang saya tempati untuk solusi saya ini, tetapi mereka tidak bisa membantu. Pada akhirnya saya mendapat handphone staf Adam Air seperti: : Fenny/081314251xxx - Meiling/0811899xxx - Tere/08176817xxx, yang pada akhirnya saya bisa berbicara dengan yang namanya Meiling.Bukannya saya ditenangkan, malahan bicaranya sangat tidak pengertian dan menyudutkan saya, dengan ucapan yang keras dan seakan-akan ini adalah kesalahan saya, dan masih mengatakan agar jangan mengganggunya lagi karena ini bukan urusannya dan darimana saya bisa tahu HP-nya. Sungguh tak disangka saya mendapat jawaban yang keras begini, mengingat dia pasti bisa merasakan betapa tidak nyamannya saya di Mess tsb sehingga selama penungguan saya dari jam 8:30 malam s/d jam 5:00 subuh saya terus mencoba menghubungi orang-orang yang bisa membantu saya keluar dari masalah ini, juga sekadar menginformasikan jadwal delay saya ini kepada orang yang mengantar saya dan yang akan menjemput saya serta keluarga saya yang mengkhawatirkan keadaan saya. Pada saat saya mencoba mengklarifikasi masalah saya kembali, malahan HP sudah dinonaktifkan. Setelah menunggu berjam-jam lamanya di kamar yang banyak nyamuk sambil menepuk nyamuk yang menghisap darah saya, dan sambil menahan rasa lapar semalaman, pada jam 5 subuh staf Adam Air mengantar ke bandara untuk check in. Namun mereka meminta saya untuk membayar airport tax sebesar Rp 30.000 lagi. Saya keberatan karena saya tidak akan membayar atas kesalahan yang bukan di pihak saya, dan pada akhirnya pihak Adam Air menyatakan akan membayar airport tax tsb. Demikianlah kekecewaan ini saya sampaikan ke hadapan pembaca mengenai pelayanan Adam Air yang sangat jelek. Beruntung bagi Adam Air karena saya satu-satunya pax yang di pesawat sambungan ex Jkt-Sub. Kalau tidak, saya yakin para pax lainnya tidak akan bisa menerima kondisi seperti yang telah saya alami. Demikian juga untuk Sdri Meiling, yang tidak merasakan kekecewaan saya ini, agar memahami etika berbicara ke customer/pax, karena penumpang berhak mendapat solusi akan masalah yang ditimbulkan pihak Adam Air, karena saya penumpang Adam Air tanpa melihat status dan kedudukannya. Saya cuma meminta akomodasi yang layak, yang bisa membuat flight saya berikutnya nyaman tanpa kendala, tanpa rasa lelah luar biasa seperti yang telah saya alami. Mau beristirahat dengan tenang sambil menunggu flight keesokan harinya di Adam Air? Jangan harap bisa. Saya bisa pastikan itu setelah yg saya alami. Yang ada adalah saya terkantuk berat sekali saat saya memulai aktivfitas kerja saya setelah perjalanan lanjutan pada hari itu.Demikianlah pengalaman saya ini saya bagi-bagikan ke pembaca dengan harapan pengalaman ini dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi penumpang lain agar tidak mengalami kejadian yang sama akibat jeleknya pelayanan Adam Air di kemudian hari. susanty@rolitrans.co.idPT. Rolitrans InternationalSurabaya

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads