Keluhan
Hari ini, Rabu tanggal 24 Agustus 2005 tepatnya pukul 14.25 WIB, istri saya mendapat telpon dari seseorang yang bernama Budiman dari Telkomsel yang menyatakan bahwa istri saya telah mendapatkan hadiah undian (nomor telepon rumah yang diundi) berupa 1 sepeda motor, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun dan hadiah akan dikirim siang ini juga. Untuk itu istri saya diminta untuk konfirmasi pengiriman hadiah ke nomor 68078519. Istri saya saya sangat senang dan dengan bersemangat memberitahukan hal tersebut ke saya di kantor. Ketika saya katakan itu penipuan dan jangan percaya, eh malah istri saya bilang bukan itu bukan penipuan, karena kita tidak harus membayar apa pun.Dan dari nada bicara dan semangat istri saya, saya berkeyakinan bahwa istri saya telah kena tipu, minimal perasaaannya yang telah tertipu dan ini sangat berbahaya. Akhirnya saya tegaskan kepada istri saya untuk tidak mengambil langkah apa pun sebelum semuanya jelas, saya akan menyelidikinya.Akhirnya saya pun mulai mencari tahu. Pertama saya menghubungi nomor yang dimaksud di atas, dan terdengar penerima mengatakan : "Selamat siang dengan Telkomsel, bisa dibantu?".Saya tidak terpancing dengan kata Telkomsel, siapa pun bisa bilang apa saja pada saat mengangkat telepon, toh orang yang menelepon tidak melihatnya.Selanjutnya saya menyebutkan satu nama asal: "Selamat siang, bisa bicara dengan Bapak Bambang", dikatakan oleh penerima telepon bahwa Bapak Bambang sedang tidak di tempat, dan dia menanyakan dari siapa dan nomor teleponnya berapa.Dari sini saya langsung curiga, masa sih nama asal yang saya sebut tadi benar-benar ada di sana. Selanjutnya saya minta informasi 108 dan ternyata nomor tersebut memang bukan nomor dari PT Telkomsel melainkan nomor telepon flexi.Selanjutnya saya telepon rumah dan mengatakan kepada istri saya bahwa itu adalah penipuan. Ternyata istri saya masih belum sadar juga karena tanpa sepengetahuan saya dia juga menelepon nomor yang diberikan dan benar nomor itu adalah nomor telpon "PT Telkomsel" karena orang yang mengangkat telepon mengatakan begitu.Saya pun marah dan saya katakan kepada istri saya untuk tidak macam-macam, "Mama lebih percaya orang lain atau suami sendiri."Dari kasus ini terlihat modusnya baru, dimana biasanya sang korban diminta untuk menyetor sejumlah dana, tetapi ini tidak. Namun saya belum tahu selanjutnya yang akan terjadi jika korban melakukan konfirmasi pengiriman hadiah, lalu celah apa yang dilakukan kelompok penipu itu.Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semuanya.Terima kasih.ffirmans@yahoo.com Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































