Keluhan
Sudah setahun ini saya menjadi peserta KPR Niaga. Selama ini tidak ada masalah dengan pembayaran cicilan (debet langsung dari tabungan setiap tanggal 17).Biasanya tiap akhir bulan atau awal bulan saya transfer dana ke tabungan yang saya buka khusus untuk keperluan KPR. Belakangan saya mengetahui ada kekurangan jumlah dana karena ada kenaikan suku bunga, maka tgl 14 Juni segera saya transfer Rp 200.000,-. Tanggal 24 Juni saya mendapat surat peringatan tunggakan.Usut punya usut, ternyata dana tambahan Rp 200.000 itu masuk ke rekening tabungan saya yang sudah lama sekali tidak aktif lagi, nomornya didapat dari teller Niaga cabang Plaza Pondok Indah karena waktu setor tidak membawa buku tabungan.Yang menjadi keberatan saya, surat tersebut bernada menghina, seolah-olah saya sudah sering menunggak dan sudah puluhan juta, padahal tunggakan saya Rp 186.916,-Mungkin karena templatenya yang malas diganti, jadi semua peserta KPR disamaratakan. Sebaiknya dicek dulu performance saya dalam mengangsur KPR setahun kebelakang.Saya jadi ingat waktu mengajukan permohonan KPR Niaga dulu, prosesnya lambat, tidak efisien dan pemohon yang harus aktif menanyakan progressnya (berkesan meminta-minta) dan sebagai orang awam, saya tidak diberi penjelasan sedikitpun mengenai sistem penghitungan KPR -- istilah saya -- sistem 'timbangan'.Kepada redaksi detikcom, terima kasih atas dimuatnya surat ini.Alamat lengkap pada predaksi Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































