DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 13:40 WIB

Perbaikan Dikenakan Biaya, Kecewa Garansi Ponsel LG

Roby - detikNews
Perbaikan Dikenakan Biaya, Kecewa Garansi Ponsel LG Ilustrasi Foto: GettyImages
Jakarta - Saya membeli ponsel LG K10 pada akhir tahun 2016 di salah satu mall di Jakarta dan dilayani oleh sales promotion boy (SPB) yang menginformasikan garansi baterai selama satu tahun.

Awal bulan Maret 2017, ponsel tersebut mengalami kerusakan. Karena tidak tahu lokasi LG servis center, saya meminta bantuan SPB toko tempat saya membelinya. SPB tidak memberikan tanda terima dan menjanjikan akan dipross secepatnya.

Satu minggu kemudian saya menanyakan perkembangan perbaikan dan disampaikan ponsel sudah ada di service centre LG di Jalan Biak. Namun saat saya ke sana, ternyata ponsel saya ada di LG Roxy yang mengatakan bahwa garansi dibatalkan dengan alasan terkena air dan LCD rusak.

Padahal ponsel tidak pernah terkena air, namun alasan saya tidak diterima. Petugas menawarkan penggantian LCD dengan diskon khusus dan saya menyetujuinya.

Tanggal 8 Juli 2017, ponsel tidak bisa dicharge. Menurut teknisi LG, baterai bermasalah dan sudah tidak dalam masa garansi karena garansi baterai hanya 6 bulan, padahal sebelumnya diinformasikan garansi selama 12 bulan.

Setelah dianalisa lebih dalam, ternyata masalah ada pada IC charging yang rusak karena terkena air. Tanggal 17 Juli 2017, saya diminta menulis surat pernyataan bahwa ponsel tersebut tidak pernah terkena air. Tetapi dalam laporan tertulis baterai cepat habis karena PWB main terkena air.

Tanggal 26 Juli 2017, saya mendapat kabar melalui SMS yang isinya keringanan biaya pembelian part yang rusak. Saya menolak twaran tersebut karena ponsel tidak pernah terkena air dan masih dalam masa garansi.


Roby
loaroby23@gmail.com
081905556191
(wwn/wwn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Foto News

    Ini Dia Saksi Bisu Akhir Kekuasaan ISIS di Raqqa

    DETIKPHOTO | Kamis 19 Oktober 2017, 15:09 WIB Hampir empat tahun Raqqa dikuasai ISIS. Kota ini menjadi lumpuh dan porak-poranda layaknya kota hantu. Berikut adalah potret saksi bisunya.