Keluhan
Saya adalah salah satu calon pengguna kartu pascabayar Matrix, yang belum sempat menikmati sedetik pun memakai layanan Matrix karena kartu saya langsung diblokir oleh pihak Matrix dengan alasan tidak lengkapnya dokumen. (Saya pernah mengirimkan surat pembaca mengenai hal ini sekitar setahun yang lalu).Setelah diblokir saya sempat mengurus ke Satelindo Direct dan diminta tunggu 3 hari, selain kabar dari Customer Service (CS) mengenai status kartu saya yang tidak kunjung tiba demikian juga hari-hari bebasnya blokir juga tidak kunjung tiba. Akhirnya saya menganggap, ah sudahlah, sudah diblokir yah sudah, saya pakai kartu lain saja, toh masih banyak provider lain.Setahun kemudian, tepatnya hari ini, saya dikejutkan oleh datangnya surat tagihan Matrix yang dengan sangat yakin dan percaya diri mencantumkan biaya abonemen lengkap dengan 10% PPN-nya. Ditambah lagi tagihan bulan lalu sebesar abonemen juga masih saja lengkap dengan 10% PPN. Jadi secara misterius dan ajaib saya dinyatakan berhutang pada pihak Indosat, padahal kartu saya lagi diblokirR oleh pihak mereka, bukan atas permintaan saya.Apakah ini salah satu strategi bisnis terbaru? Suatu terobosan terbaru dalam memasukkan cashflow ke Indosat? Saya minta kejelasan dari pihak Matrix segala, saya langsung tulis di surat pembaca, karena CS Matrix telah terbukti mengecewakan dan berbelit-belit juga nihil solusi. Dan Surat Pembaca ini merupakan solusi paling cepat untuk diperhatikan yang bersangkutan.Saya tekankan bahwa saya tidak akan membayar sepeser pun atas jasa yang tidak pernah saya pakai. Karena saya tidak merasa berhutang, melainkan dirugikan waktu dan tenaga harus mengurus sampai dua kali atas sebuah kartu yang tidak pernah diaktifkan karena kesalahan mereka, jelas saya tidak akan memperoleh box kartu perdana jika pada waktu apply saya tidak lengkap dokumennya. Kenyataannya, box telah saya dapat tetapi mereka bilang dokumen kurang jadi harus mendaftar ulang di Satelindo Direct, oke, saya urus ke sana, tetapi kartu saya tetap saja tak kunjung diaktifkan. Salah siapa coba?Perlu ditambahkan bahwa, kartu yang saya apply ini adalah kartu bebas abonemen ketika masa promosi di kampus saya. Mengapa sekarang secara misterius bisa muncul abonemen? Bukankah Matrix saat ini juga menyediakan pilihan layanan bebas abonemen? Mengapa secara default account saya yang seharusnya dalam keadaan blokir bisa naik jabatan ke tidak bebas abonemen secara misterius bulan lalu? Ajaib!Ini jelas jebakan. Untung saya mengetahui hal ini saat ini. Jika saja satu atau beberapa tahun kemudian baru saya membaca tagihan seperti ini, mungkin saya sudah tidak mampu menulis surat pembaca ini karena telah berbaring di ranjang akibat serangan jantung dengan tagihan jutaan rupiah dari Matrix yang tidak pernah saya pakai. (gunaone_backup@yahoo.com)Villa Tomang Mas Blok C/12 Jakarta(nomor account dan telepon pada redaksi) Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































