Keluhan
Komuter Line Jakarta atau KRL merupakan angkutan umum yang diminati oleh masyarakat karena kemudahan dan kecepatannya.Banyak tujuan yang dapat dijangkau dengan mudah menggunakan KRL tanpa harus terjebak kemacetan dan harga tiket yang terjangkau.
Saya adalah salah satu pengguna KRL tujuan Tangerang - Duri dan Jatinegara - Depok. Setiap harinya saya berpergian untuk kuliah dengan menggunakan jasa angkutan ini yang mudah sekaligus cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih banyak penumpang yang merokok didalam area stasiun, padahal larangan merokok di stasiun sudah diberlakukan.
Banyak pula penumpang yang kurang tertib dalam hal menunggu kereta. Dimana seharusnya saat pintu terbuka, kita harus mendahulukan penumpang yang turun, tetapi banyak penumpang yang memaksa masuk sehingga saling dorong tidak dapat terhindarkan.
Yang lebih mengecewakan adalah jarang terlihat adanya petugas untuk menertibkan keadaan ini dan membantu para penumpang turun terlebih dahulu terutama untuk ibu yang membawa balita.
Sampah yang dibuang dalam gerbong kereta juga semakin mengurangi kenyamanan ber-kereta. Penumpang yang meludah sembarangan, duduk dilantai kereta, membawa muatan yang berlebih, membuat kebisingan, bahkan penumpang yang tidak berhak pun masih terus duduk di kursi prioritas padahal dalam gerbong itu jelas ada penumpang yang berhak untuk mendapat kursi tersebut.
Hal ini dapat dibenahi jikalau petugas yang berjaga di lapangan bisa ditambah jumlahnya dan lebih tegas serta waspada terhadap keadaan sekitar, terutama pada jam padat penumpang.
Demikian surat pembaca yang hendak saya sampaikan mengenai ketertiban penumpang pengguna KRL. Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih.
Bella
Simprug DiPoris, Tangerang
bellamiisu@yahoo.com
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































