Kritik buat KBRI di Sana'a

Suara Pembaca

Kritik buat KBRI di Sana'a

Gary Rama Mahfian - detikNews
Kamis, 13 Jun 2013 08:01 WIB
Kritik buat KBRI di Sanaa
Keluhan
Temus (tenaga musiman haji) yang selama ini kita ketahui, merupakan hasil kerjasama Depag dan KBRI di luar negeri.

Progam yang bertujuan untuk membantu proses berlangsungnya ibadah haji di Saudi Arabia ini, merupakan salah satu progam pemerintah yang diimpikan oleh sebagian besar mahasiswa timur tengah khususnya.

Bagaimana tidak, haji gratis serta honor yang cukup lumayan bisa membantu perekonomian mahasiswa khususnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi progam ini memiliki dampak negatif bagi mahasiswa apabila tidak ditangani dengan serius dan hati-hati oleh pihak penyelenggara, sebut saja Yaman.

KBRI Yaman mempunyai standar kualitas penilaian sendiri dalam menseleksi para peserta Temus. Dimana selain ujian tulis, wawancara merupakan penentu dalam kelolosan peserta temus. Mereka beranggapan bahwa dengan adanya inovasi seperti ini semoga bisa mengangkat Temus Yaman.

Menurut saya pribadi standar penilaian KBRI ganjil karena yang lolos hanyalah orang-orang yang dekat dengan KBRI dan baru kali ini saya dapatkan ada kelulusan ujian tetapi nilai tidak transparan, kalaupun penilaian tersebut dianggap bisa mengangkat Temus Yaman kenapa tidak menambah kuota untuk Temus Yaman?

Saat ini selama 2 kali, sistem ini mendapatkan protes yang keras dari mahasiswa Yaman. Seharusnya KBRI lebih cepat dan tanggap lagi mengenai hal ini.

Alangkah baiknya KBRI bisa mengadakan dialog seputar Temus atau mengumpulkan para Ketua DPW PPI YAMAN (Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Pelajar Indonesia), sehingga kebijakan ataupun standar yang diberikan KBRI bisa diterima dengan baik oleh semua elemen mahasiswa.

Yang lebih disesalkan DPP PPI YAMAN yang diharapkan bisa menjembati mahasiswa dalam memberikan suatu acuan sistem yang baru, tapi malah sebaliknya, sehingga munculah polemik baru dari mahasiswa bahwa kepentingan pribadi atau ambisi, lebih diutamakan daripada terwu judnya stabilitas mahasiswa.

Dari sini kami IMJH (Ikatan Mahasiswa Jawa Hudaidah) di Yaman, ingin menindak lanjuti kebijakan KBRI karena sudah besarnya kekecewaan para mahasiswa, tapi kekecewaan ini akan disalurkan pada tempatnya dan birokrasi yang baik, bahkan kami siap meneruskan tindakan kami ini ke DEPLU atau menteri luar negeri, sehingga kebijakan KBRI Yaman bisa berubah, mengingat kami adalah mahasiswa Islam.

*Penulis adalah Mahasiswa Smester VI fakulitas Islamic Studies Universitas Darul Ulum Hudaedah Yaman dan Mantan Ketua PPI DPW Hudaedah 2011 - 2012


Gary Rama Mahfian
Hudaedah Yaman
burhan.senory@gmail.com
+967733382489



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads