Pada tanggal 15 Oktober 2012 professor saya yang datang dari sebuah universitas terkemuka di Jepang mengunjungi Indonesia. Beliau menceritakan sebuah insiden yang menurut saya telah mencoreng citra Indonesia.
Sewaktu beliau mendarat dan mencari tas dari 'baggage claim', beliau tidak mendapatkan tasnya di conveyor belt. Beliau didatangi oleh seorang porter yang menanyakan, apakah betul namanya sesuai yang tertulis di 'baggage tag' pada tas yang sudah ada pada troli yang dia bawa.
Mendapatkan jawaban dari beliau, porter tersebut meminta uang (secara paksa) karena tasnya sudah dia bawa. Tak hanya itu, ketika profesor saya memberikan uang Rp 50 ribu, porter tersebut menolak dan meminta uang yang yang lebih besar, Rp 100 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aretha Aprilia
Palace Hanazono, Kyoto
contact@arethaaprilia.com
0248501855
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(wwn/wwn)









































