Keluhan
(Batavia telah memberikan klarifikasi perihal keluhan bapak Puguh)
Pada musim libur sekolah bulan Juli 2012 kami hendak terbang pulang dari Surabaya ke Mataram yang sebulan sebelumnya telah membeli tiket Batavia Air.
Karena takut terlambat, kami tiba di bandara siang hari pukul 11.30 wib sedangkan check-in pukul 16.00 sore hari. Pada pukul 16.00 kami check-in dan barang masuk kebagasi, namun seorang petugas Batavia dibagian check-in mempersoalkan tiket anak saya yang masih beumur kurang dari dua tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah petugas mengontak temannya, beberapa saat kemudian dikatakan tiket anak saya boleh dipakai, asal anaknya dibawa dan dilihat oleh petugas tersebut.
Lalu kami naik ke ruang tunggu untuk persiapan boarding, di tiket boarding pesawat berangkat pada pukul 18.05 WIB sedangkan di running tex bandara ada dua 18.05 WIB dan 18.25 WIB dengan pesawat yang sama.
Saat ingin masuk ke dalam pesawat, kami dihentikan oleh petugas Batavia yang mengatakan bahwa saya terlambat sedangkan waktu masih sepuluh menit dan pesawat masih ada.
Kami diminta untuk ke bagian tiketing untuk membantu, saya berlari turun ke bagian ticketing, disana saya dioper untuk ke bagian check-in. Dan karena tidak ada solusi saya kembali keatas, dan benar saja kami sudah terlambat.
Sambil berjalan keluar ruang tunggu saya lihat running Batavia Surabaya mataram ditunda hingga jam 18.25 sesuai jadwal yang sebelumnya. Akhirnya malam itu kami mencari penerbangan lain.
Kami meminta kepada pimpinan Maskapai Batavia Air untuk mengecek lagi permainan yang dilakukan petugas lapangan yang ada dibandara sehingga nama Batavia Air tetap harum.
Puguh Langgeng Waluya
Jl Kesra, Mataram, Nusa Tenggara Barat
puguh_waluya@yahoo.com
08175755496
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































