Tagihan Tetap Telkom Merugikan Konsumen

Suara Pembaca

Tagihan Tetap Telkom Merugikan Konsumen

- detikNews
Senin, 09 Jul 2012 11:12 WIB
Keluhan
(Telkom telah memberikan tanggapannya untuk keluhan bapak Fauzan)

Setelah menggunakan fasilitas Japati yang banyak dikeluhkan oleh konsumennya, kini PT Telkom kembali membuat langkah serupa yang juga merugikan pelanggannya.

Kali ini modusnya adalah dengan tanpa sepengetahuan nasabah mengikutkan mereka dalam "paket hemat". Saya tahu adanya paket ini dari seorang tetangga, yang karena kebutuhannya memang sengaja memilih paket tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan "paket hemat" ini nasabah dibebaskan dari biaya abonemen, hanya membayar tagihan tetap, dan selama satu bulan mendapat jatah pembicaraan lokal, SLJJ dan percakapan telpon untuk menit tertentu.

Dengan pertimbangan kami sekeluarga masing-masing memiliki handphone, yang dari segi biaya maupun mobilitasnya lebih baik, kami sempat mempertimbangkan untuk berhenti berlangganan Telkom. Namun karena beberapa alasan, akhirnya kami tetap berlangganan, tapi hanya digunakan untuk menerima panggilan, dengan harapan hanya dikenakan biaya abonemen bulanan sebesar Rp 32.000 plus PPn.

Tapi saya terkejut ketika ada marketing dari Telkom menawarkan layanan Speedy dan saya berminat, beberapa jam kemudian yang bersangkutan memberitahukan bahwa Speedy belum bisa dipasang karena ternyata ada tunggakan tagihan selama 3 bulan. Maka kami pun segera melunasinya tanggal 3 Juli lalu.

Akan tetapi dalam print-out bukti pembayaran bulan Maret hingga Mei 2012 tersebut biaya abonemen Rp 0, tetapi dibebankan biaya tagihan tetap Rp 65.000 ditambah biaya lokal, SLJJ, percakapan ponsel, biaya administrasi bank/loket dan PPh, dikurangi potongan "hemat tagihan tetap". Alhasil, tagihan yang harus saya bayar setiap bulannya bukan sebesar Rp 32.000 plus PPN, tetapi hampir Rp 100 ribu per bulan.

Saya baru sadar bahwa PT Telkom tanpa konfirmasi apalagi permintaan langsung, telah memasukkan kami dalam "paket hemat" yang ternyata justru sebaliknya. Ternyata banyak tetangga kami warga Komplek BDN Depok, yang pernah mengalami hal serupa. Setelah komplain ke Plasa Telkom setempat, barulah dikembalikan pada "paket" semula.

Dari komplain saya ke customer service Plasa Telkom Depok saya baru tahu bahwa pembebanan saya dalam "paket hemat" tersebut sudah berlangsung sejak Agustus 2011, dan setelah dihitung ulang mereka bersedia mengompensasi kelebihan biaya Rp 270.945 yang tidak seharusnya saya bayar pada pembayaran rekening telpon bulan-bulan berikutnya.

Sebagai konsumen, saya memprotes cara-cara PT Telkom mencari keuntungan dengan cara merugikan nasabah. Saya berpikir, berapa juta nasabah yang telah dirugikan dengan modus seperti ini, baik karena tidak sadar, tidak peduli karena bagi sebagian orang jumlahnya tidak sebanding dengan kesibukan mereka, atau karena mereka adalah nasabah-nasabah polos yang tidak berdaya menghadapi kesewenang-wenangan institusi dan entitas bisnis seperti PT Telkom.


Fauzan
jazadi@yahoo.com




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads