Warga Pondok Bahar Tuntut Jalan Layang

Suara Pembaca

Warga Pondok Bahar Tuntut Jalan Layang

- detikNews
Senin, 04 Jul 2011 11:25 WIB
Warga Pondok Bahar Tuntut Jalan Layang
Keluhan
Minggu, 3 Juli 2011, terdengar lagi seruan untuk berdemo dari Masjid Jami Baiturrahman kepada segenap warga Desa Pondok Bahar, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Sejatinya ini adalah seruan kali ketiga untuk berdemo menuntut kebijaksanaan pemerintah untuk membangun jalan layang bagi warga Pondok Bahar yang berada di lokasi sekitar Tol Jakarta - Merak KM 11.

Demo perdana yang sangat menghebohkan itu dan sangat spontan tanpa rencana mendapat liputan luas media karena warga menutup jalan tol. Demo yang terjadi pada Minggu, 08 Mei 2011, itu sangat dinilai terlalu ekstrim sehingga wajar bagi sebagian orang yang tidak tahu secara riil hanya membaca berita dan melihat dari kejauhan sepenuhnya menyalahkan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi bagi Anda yang pernah melintasi terowongan sempit yang berada dibawah lintasan Tol KM 11 ini tentunya akan sangat mendukung dan sangat memahami apa yang dituntut warga. Pasalnya, jalan terowongan ini sangat kecil dan sempit bila hujan datang air pun menggenangi jalan dan ia berubah jadi sungai air yang tak dapat dilalui.

Terlebih setelah pihak pengelola jalan, Jasa Marga memperlebar tol Jakarta-Merak ini, membuat jalan terowongan semakin panjang dan terasa lebih sempit. sungguh tak layak lagi dilewati manusia, bahkan kami menyebut jalan ini layak untuk tikus bukan orang. Lagi-lagi penderitaan kami bertambah dan menjadi korban diatas kepentingan yang lain.

Warga Pondok Bahar sejatinya adalah warga yang sangat sabar dan baik hati. Bagaimana tidak, sudah hampir 20 tahun lebih mereka tertindas dan terintimidasi oleh fasilitas pembangunan yang tidak memikirkan kelayakan dan perancangan masa depan. Tuntutan secara prosedural telah dilayangkan kepada pihak pengelola Jasa Marga sejak 1995, namun apa, nol tak ada tanggapan terlebih realisasi.

Patut diketahui, jalan terowongan ini sebenarnya adalah jalan yang sangat hidup dengan mobilitas warga, selain ini berada dikawasan penduduk yang hidup dinamika sosialnya, jalan ini juga menjadi rute angkot Ciledug-Kali Deres. Betapa menderita kami setiap kali memasuki jalan ini mesti menunggu satu persatu karena jalan ini hanya bisa dimasuki oleh satu mobil saja. Lagi-lagi kami menderita dengan semakin padatnya lalu lintas.

Belum lagi penderitaan mental yang di alami sebagian warga. Saya yang sejak kecil lahir dan tinggal disana merasakan urgensi keberadaan jalan itu, namun karena kesalahan masa lalu itu, tak pelak saya dan anak-anak kecil lain menjadi merasakan trauma akibat jalan yang menyeramkan itu, anak-anak takut melintasinya.

Intinya jalan ini sangat tidak layak lagi. Dan kami atas nama warga Pondok Bahar dan sekitarnya serta atas nama jutaan orang yang pernah melintasi jalan itu menuntut pemerintah Kota Tangerang dan Pengelola jalan tol Jasa Marga untuk mendengar aspirasi kami. Warga berpikir bahwa tak ada solusi lain selain jalan layang.


Abdul Majid
Jl. Sunan Giri Rt 01/02 Karang Tengah, Tangerang
amajid99@gmail.com
02195817079



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads