Arogansi Debt Collector Standard Chartered

Suara Pembaca

Arogansi Debt Collector Standard Chartered

- detikNews
Minggu, 05 Jun 2011 12:47 WIB
Arogansi Debt Collector Standard Chartered
Keluhan
Peristiwa ini membuat saya kecewa sebagai salah satu nasabah Standard Chartered Bank (SCB). Beberapa minggu yang lalu saya beserta keluarga mendapat teror telepon dari debt collector SCB.

Ia menanyakan hutang nasabah bernama Dibyo Soedjarwadi namun menteror saya serta keluarga karena dianggap sebagai referensi rekan tidak serumah yang dapat dihubungi.

Sejak kasus itu, saya berusaha komplain ke pihak Collection SCB, namun tidak ditanggapi dengan baik. Dan akhirnya saya memutuskan untuk datang ke Collection SCB di MT Haryono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disini saya bertanya apakah saya berkewajiban untuk membantu? Yang jelas saya tdak terima atas teror ke keluarga saya untuk kasus hutang piutang yang bukan milik saya. Saya memang mengenal Dibyo Soedjarwadi, namun saya bukan referensi dan bukan adik kandungnya seperti yang diakui pihak SCB.

Akhirnya saya telah mengirim surat ke manajemen SCB melalui Suctomer Service di SCB Tower, namun hingga hari ini pun belum ada permintaan maaf dari SCB.

Tulisan ini adalah tindakan saya kedua setelah saya menutup rekening kartu kredit saya di SCB. Tindakan berikutnya jika tidak ada permntaan maaf juga, saya akan mencoba menempuh jalur hukum.


Ari Tristianto Wibowo
Perumahan Asabri Indah Blom M6 No. 66 Jati Asih, Bekasi
aritwibowo@yahoo.com
0811940764



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait