Mengeringnya Keteladanan Guru dalam Sekolah

Suara Pembaca

Mengeringnya Keteladanan Guru dalam Sekolah

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2011 14:23 WIB
Mengeringnya Keteladanan Guru dalam Sekolah
Keluhan
Saya Risang Putra Sahlan seorang mahasiswa semester enam pada Fakultas Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Ali Bin Abi Thalib Surabaya, turut prihatin terhadap nasib harapan anak bangsa terutama peserta didik atau pelajar yang ada di negara kita, Indonesia.

Dewasa ini sering kita jumpai dan kita saksikan dalam tayangan TV, Radio, maupun dari apa yang kita saksikan di sekeliling kita banyak peserta didik melakukan hal-hal yang meresahkan orang tua, sekolah, bangsa dan negara. Kemajuan teknologi ternyata tidak menjadi jaminan keberhasilan peserta didik, bahkan dengan kemajuan teknologi prestasi peserta didik belakangan ini semakin menurun.

Dari kenyataan tersebut, siapakah yang berperan mengembalikan prestasi peserta didik harapan bangsa yang kita harapkan bersama? Pemerintah, kurikulum, orang tua, masyarakat atau para guru? Jelas di sini yang sangat tepat untuk mengembalikan prestasi peserta didik adalah seorang guru. Karena seorang guru ibarat sopir yang mengendalikan kemana peserta didik akan di bawa, kepada kesuksesan atau keterpurukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut peraturan mendiknas RI No.16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru bahwa seorang guru selain harus menguasai materi, mengembangkannya dalam pembelajaran, dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seorang guru juga harus mempunyai kepribadian yang mulya dan bisa menjadi teladan. Guru yang kompeten tidaklah cukup dalam mengembalikan prestasi peserta didik tapi seorang guru harus bisa menjadi teladan bagi mereka.

Dari sini kita tahu bahwa ada satu hal yang saat ini mulai menghilang dari diri seorang guru, yaitu keteladanan. Keteladanan saat ini jarang sekali kita jumpai di sekolah-sekolah, jarang sekali seorang guru yang turun ke lapangan bersama peserta didik membersihkan lingkungan sekolah walau hanya mengarahkan mereka, jarang sekali seorang guru memenuhi masjid-masjid sekolah pada jam-jam sholat, jarang sekali ada seorang guru yang masuk kelas tepat waktu, dan lain-lain.

Saya berharap kepada Dinas Pendidikan Nasional untuk merenungkan kembali tentang peran seorang guru dalam mensukseskan tujuan pendidikan nasional dan menindaklanjuti masalah ini dengan melakukan upaya konkrit seperti dalam sertifikasi guru atau dengan memberi pengarahan kepada para guru. Karena secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa pendidikan masa depan masyarakat dan bangsa berasal dari sosok guru yang bergaul langsung bersama peserta didik bertahun tahun di bangku sekolah.

Risang Sahlan
Jl. Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya
reyhan_assunny@yahoo.com
085236432818




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads