Keluhan
Perkenalkan nama saya Muchlas Raditya Wirawan. Saya pemegang kartu Citibank Visa Gold dengan nomor kartu 4541-7800-1664-xxxx. Dari awal saya menggunakan kartu Citibank. Saya selalu mengalami kekecewaan mulai dari keterlambatan pengiriman kartu. Dan terakhir adalah adanya tagihan sebesar 4.4 juta rupiah yang tidak pernah saya pakai.
Berikut kronologisnya :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggalΒ 25 February 2011 pukul 22.30 WIB saya penasaran ingin tahu total pemakaian kartu saya. Pada saat itu diterima oleh Citiphone officer dan di infokan bahwa pemakaian kartu saya sebesar 4.4 juta rupiah.
Saya otomatis kaget dikarenakan saya merasa tidak pernah menggunakan kartu kredit ini. Ketika ditanya kapan transaksi terakhir menginformasikan bahwa Transaksi terakhir pada tanggal 23 February 2011 dengan transaksi di Counter Pondok Indah Mall.
Sebagai info saja pada tanggal tersebut saya sedang berada di kantor dan kartu kredit seperti biasa tidak pernah saya bawa dan saya taruh di rumah.
Langsung saja saya protes dan minta pihak Citibank untuk melakukan pengecekan kembali dikarenakan saya tidak pernah menggunakan kartu ini pada tanggal tersebut.
Setelah dilakukan pengecekan diinfokan bahwa hal ini kemungkinan ada terjadi kesalahan double debit di sisi Citibank dikarenakan jumlah nominal pendebetan pada tanggal 23 February 2011 sama dengan jumlah transaksi yang pernah saya lakukan pada bulan November 2010.
Transaksi pada bulan November 2010 tersebut sudah saya bayar lunas pada bulan Desember 2010. Dengan kata lain, dari sisi Citibank melakukan penagihan 2 kali untuk satu transaksi yang sama. Yaitu transaksi pada bulan November 2010 yang sudah dibayar lunas dan di tagihkan kembali pada bulan February 2011.
Pada saat itu saya minta Citiphone officer untuk segera melakukan pengecekan kenapa hal ini bisa terjadi dikarenakan sangat merugikan saya sebagai customer Citibank dan Citiphone officer menginformasikan bahwa akan dilakukan pengecekan di sisi Citibank dan akan ada yang menghubungi saya .
Dikarenakan tidak ada yang menghubungi saya kembali, maka saya inisiatif untuk menghubungi kembali ke Citibank pada tanggal 28 February 2011 pukul 20.00 WIB. Sebelum saya berbicara dengan citiphone officer saya mendengarkan terlebih dahulu jumlah total pemakaian dan terdapat kejanggalan pada jumlah total pemakaian saya.
Berikut ini informasi yang disampaikan oleh computer Citibank via telp untuk total pemakaian saya. " jumlah tagihan anda bulan ini 4.486.111 rupiah jatuh tempo tanggal 25 februari pada tanggal 28 desember 10 "
Terlihat di atas total tagihan adalah 4.486.111 rupiah dan untuk tanggal jatuh temponya terdapat 2 kali yaitu tanggal 25 February dan tanggal 28 Desember 10. Dari hasil diatas sudah jelas bahwa memang ada kesalahan perhitungan di sisi Citibank dan hal ini disampaikan langsung dari computer Citibank via telp ke saya.
Ketika saya tersambung dengan Citiphone Officer dengan sikap yang kurang ramah dan kurang sopan dikarenakan pada saat menerangkan dia sempat menyuruh saya untuk mengirimkan surat complain bahwa saya tidak pernah melakukan transaksi pada tanggal tersebut dan akan diproses dalam waktu 45 hari kerja.
Saya sangat-sangat kecewa sekali dengan pelayanan Citibank. Seharusnya dengan data-data diatas dari pihak Citibank sudah bisa menganalisa dimana kesalahannya dari data diatas. Terdapat bukti jelas bahwa kesalahan ada pada Pihak Citibank yang melakukan pendebetan 2 kali ke kartu kredit saya.
Untuk proses pengecekannya pun harus dari sisi nasabah yang direpotkan dikarenakan harus membuat surat complain dan mengirimkannya ke Citibank dan untuk proses pengecekannya ini Citibank membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 45 Hari.
Mohon tanggapannya dari pihak manajemen Citibank dikarenakan saya sudah sangat kecewa sekali dengan pelayanan dari Citibank baik untuk produknya maupun pelayanan citiphone officernya.
Muchlas Raditya Wirawan
Jl.Alam Segar II No 3 Pondok Indah Jakarta
muchlas_raditya@yahoo.com
08159979021
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































