Penipuan Kompor Induksi ALVANO

Suara Pembaca

Penipuan Kompor Induksi ALVANO

- detikNews
Minggu, 06 Feb 2011 22:04 WIB
Penipuan Kompor Induksi ALVANO
Keluhan
Pada tanggal 09 Desember 2010 isteri saya terbujuk oleh promosi kompor induksi ALVANO yang dilakukan oleh salesgirl pada saat mereka mengadakan pameran di lantai dasar Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka Bandung. Awalnya isteri saya tidak terlalu tertarik membeli barang tersebut karena belum begitu perlu tetapi karena pembayaran bisa dicicil 10 kali menggunakan fasilitas kartu kredit Citibank yaitu fasilitas Easypay, akhirnya kami membelinya.

Atas permintaan salesgirl, pembayaran dilakukan menggunakan dua cara yaitu Rp. 1 juta menggunakan debit BCA sedangkan sisanya sebesar Rp. 5.775.000 menggunakan kartu kredit Citibank. Saya juga telah melakukan pengisian formulir Easypay dari Citibank yang diberikan oleh pihak ALVANO ke saya sehingga saya yakin bahwa memang pembayaran bisa dilakukan dengan fasilitas tersebut.

Pada tanggal 30 Desember 2010 saya kaget membaca tagihan kartu kredit saya yang dikirim via email karena ternyata transaksi ALVANO yang saya lakukan langsung ditagih sekaligus, bukan dicicil. Saya langsung menelpon pihak Citibank untuk melakukan klarifikasi. Pihak citibank menjawab bahwa tidak ada permintaan untuk Easypay dari pihak ALVANO.

Pada tanggal 10 Januari 2011 saya melakukan komunikasi via sms dengan salesgirl ALVANO yang melayani kami untuk mempertanyakan hal tersebut karena tanggal tersebut adalah batas akhir pembayaran kartu kredit saya. Dengan gampangnya salesgirl tersebut menjawab "Abaikan saja, itu hanya laporan Citybank-nya." Setelah itu dia menelpon saya menyampaikan bahwa tagihan itu tidak perlu dibayar dan tagihan akan benar kembali pada periode bulan berikutnya.

AKhirnya saya pada saat itu sya hanya melakukan 1/10 dari nilai transaksi sesuai ketentuan easypay dan saya beranggapan bahwa sales tersebut benar. Saya juga mengirim SMS ke sales tersebut yang menyampaikan bahwa jika sampai saya kena denda bunga karena tidak membayar sesuai tagihan Citibank maka saya akan membebankan bunga tersebut ke pihak ALVANO.

Pada tanggal 30 Januari 2011, saya kembali mendapatkan tagihan Citibank dan ternyata saya tetap ditagih penuh dari nilai transaksi pembelian ALVANO setelah dikurangi pembayaran sebelumnya, dan yang membuat saya kecewa berat adalah saya kena denda bunga Rp. 317.012 karena pada tagihan transaksi ALVANO bulan lalu tidak saya bayar penuh.

Akhirnya kembali saya SMS sales tersebut dan beliau menjawab via SMS "Saya akan coba hubungi Citibank Bandung, karena data itu tertulis dari mereka, form Citibank pun ada waktu ditandatangani, dan besok kantor buka dan saya akan bantu urus." Saya menjawab SMS tersebut dan menyampaikan bahwa saya memberikan batas waktu sampai tanggal 6 Februari 2011 karena saya tanggal 8 harus melakukan pembayaran, jika sampai tanggal tersebut tidak diselesaikan maka saya mengancam akan memasukkan masalah ini ke dalam media.

Pada tanggal 03 Februari 2011 beliau mengirimkan SMS ke saya, setelah tanggal 02 Februari 2011 saya dua kali menelepon tetapi tidak ada respon. Isi smsnya adalah "Ibu dan Bapak, Ma.af baru bisa kabari. Aku sudah hubungi pihak Citybank. Sedang diurus mereka, Ibu dan Bapak diminta menunggu karena pihak Citybank yang akan menghubungi secepat mungkin. Terima kasih."

Sampai tanggal 6 Februari 2011 pukul 18.50 saya belum ditelpon oleh pihak Citibank maupun ALVANO. Karena saya sudah sampaikan ke ALVANO bahwa jika sampai tanggal 6 Februari masalah ini tidak selesai maka saya akan mengirimkan ke media.

Oleh karena itu pada kesempatan ini saya menuliskan keluhan dan kekecewaan saya kepada ALVANO di media ini dengan harapan agar bisa diterbitkan supaya tidak ada korban lain yang mengalami nasib yang sama.

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas kerja samanya.


Gunadi Budi Rahardjo Sukri
Jl. Sarimas V/9, Kel. Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Bandung
gsukri@yahoo.com
081319217333




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait