Keluhan
Dengan berlingkan air mata saya mengetik e-mail ini ke bapak/ibu yang membacanya disana, dan saya harap bapak/ibu mampu menyampaikan suara hati kami yang masih berada di mesir saat ini.Karena kami sudah tidak tahu harus kepada siapa atas keadaan yang menimpa kami saat ini (Tembakan dimana-mana, Bom Molotov, Tank, Buronan penjara, Harga bahan pokok makin mahal). Itu yang kami rasakan saat ini, sedang pak DUBES RI seakan-akan tak memperdulikan kesalamatan kami disini, dan seolah-olah tak ingin memulangkan kami secara cepat seperti halnya Negara-negara lain.
Mungkin ini tidak mencerminkan sikap menghargai langkah Presiden SBY dalam upaya memulangkan WNI yang ada di Mesir, padahal sudah dua pesawat yang telah berhasil membawa pulang sebagian WNI. Jadi disini saya hanya ingin mengatakan terima kasih untuk Pak SBY, tapi anda tahu tidak, kalau pejabat yang anda tugaskan untuk mengurus kepulangan WNI dari Mesir yang saat ini sedang bergejolak seperti tidak serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga sembako yang melonjak tinggi dan keuangan para WNI yang semakin menipis, juga keamanan diluar rumah yang tak lagi di jamin membuat kami harus membeli mie instan sebanyak-banyaknya, bahkan kami membelipun harus sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan warga Mesir yang lainnya, karena di anggap hanya menghabiskan stok makanan negara mereka.
Percakapan antara pak Dubes dan WNI yang dimana tempat itu merupakan pemukiman terbesar WNI di Mesir. Memang benar, tempat terjadinya Demonstrasi berdarah ini jauh dari tempat kita tinggal, tapi saling tembak menembak, bunyi ledakan, itu sampai di daerah kita, dan saya sendiri melihat di depan mata kepala waktu keluar membeli makanan, ada bis yang di lempar bom molotov hingga meledak.
Tidak hanya itu, keamanan kita disini yang tak lagi terjamin, karena status kita sebagai mahasiswa Azhar sudah tidak berlaku, kartu mahasiswa sebagai tanda pengenal tak lagi mereka percaya, kemarin ada beberapa kawan yang sempat ditangkap karena hanya membawa kartu mahasiswa Azhar, padahal sebelumnya yang menjamin keamanan kita disini adalah kartu mahasiswa.
Ini hanya merupakan kekecewaan kami terhadap mereka yang berkuasa. Evakuasi yang sesuai keputusan rapat, dengan memperioritaskan anak-anak dan ibu-ibu selain keluarga pejabat lebih dulu dipulangkan, itu sama sekali tak di indahkan, karena evakuasi pertama banyak sekali keluarga diplomat yang dipulangkan dan anehnya tiba dibandara mereka menutup muka agar tidak ketahuan.
Jadi Pejabat yang mengatakan kita disini aman-aman saja, itu sama sekali tidak benar karena mereka menyertakan anak istri mereka dalam evakuasi padahal sudah menjadi keputusan mereka tidak disertakan. Apa ini bukan sebuah kejanggalan?
Pak Presiden, ini bukan masalah ingin pulang atau ketakutan. Karena kami semua tetap memikirkan kuliah kami disini, namun apalah daya, sangat kecil kemungkinan untuk bertahan disini dengan "nyanyian" bunyi tembakan dan iring-iringan tank.
Syarif Hasibuan
Hayyl 'asyir, Cairo
hamba_allah13@yahoo.co.id
+20163625931
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































