Lambannya Proses Evakuasi WNI di Mesir

Suara Pembaca

Lambannya Proses Evakuasi WNI di Mesir

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2011 19:13 WIB
Lambannya Proses Evakuasi WNI di Mesir
Keluhan
Pada hari Jum’at 26 Januari, demonstran yang menuntut Mubarak turun berkumpul tepat di depan flat rumah kami yang memang berhadap-hadapan dengan gedung Kementrian Pertahanan Mesir. Bentrokan pun terjadi antara demonstran dan polisi. Kericuhan ini sangat jelas terlihat dari jendela flat rumah kami. Bahkan, saya dan teman-teman juga kecipratan gas air mata.

Pada Jumat malam, kami yang sedang tidur terbangun karena suara gemuruh mesin tank baja tentara Mesir yang beroperasi. Parahnya lagi, sekitar 60 tank 'parkir' selama dua hari di depan apartemen yang membuat suasana semakin genting.

Malam ini saja (2/2), ada sekitar 5 juta demonstran bentrok di Tahrir Square. Bahkan kabarnya, Jum’at besok lautan demonstran akan lebih dahsyat. Jebolnya penjara Abu Za'bal pada hari Minggu semakin mengacaukan Mesir, khususnya Kairo. Masyarakat Mesir berjaga-jaga di gang-gang apartemen membawa senapan, pisau, golok, samurai, pentungan, dll. Kairo mencekam. Warung dan toko-toko tutup. Bank dan mesin ATM tak beroperasi yang membuat sebagian besar WNI kehabisan uang. Mencari beras untuk di masak pun sulit. Internet dan signal handphone putus. Pengumuman bantuan logistik dari KBRI hanya kami dengar tanpa pernah kami rasakan. Kami seperti hidup di tengah kota mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam situasi seperti itu, saya dan kawan-kawan memilih diam di dalam flat. Dari pagi hingga malam, kami selalu memantau Mesir melalui TV. Di CNN, BBC atau France 24, tersiar kabar bahwa warga Amerika, Israel, Turki, Prancis, Brunei, Thailand telah dievakuasi oleh pemerintah masing-masing. Lalu bagaimana sikap pemerintah kita? Kami terus mengelus dada karena ternyata Pemerintah Indonesia sangat lamban mengevakuasi WNI di Mesir. Entah siapa yang lamban, pemerintah pusat atau KBRI?

Hingga saat ini saja, pemerintah baru mengevakuasi sekitar 500 WNI. Yang paling membuat kami tambah miris dan keheranan ketika mendengar bahwa pesawat evakuasi akan datang satu persatu alias tak serempak. Padahal, kalau satu pesawat hanya mampu menampung 500 orang untuk sekali terbang, berarti membutuhkan sekitar 11 pesawat. Ada kurang lebih 6000 WNI di Mesir, 4000 diantaranya adalah mahasiswa. Jarak tempuh pesawat dari Indonesia ke Mesir saja membutuhkan waktu 10 jam. Proses administrasi evakuasi membutuhkan waktu satu hari. Bayangkan saja berapa hari proses evakuasi ini akan selesai jika pesawat evakuasi hanya datang satu persatu?

Informasi yang kami terima dari PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir) hanya ada satu kalimat sakti: "Tunggu saja! Tunggu keputusan pemerintah pusat," karena katanya, inilah instruksi Dubes. Saya sangat heran dan mengelus dada. Tunggu sampai kapan? Apakah pemerintah baru akan mengevakuasi seluruh WNI jika diantara kami sudah ada yang tertembak atau terkena peluru nyasar?

Lalu kami pun berkali-kali mengkonfirmasi prosedur evakuasi ini melalui layanan hotline KBRI di +20227947200, tapi tak pernah diangkat. Entah apa yang terjadi. Kami lalu bertanya-tanya tentang kelambanan proses evakuasi ini? Di satu sisi kami mendengar pemberitaan media di Indonesia melalui perintah SBY yang akan mengevakuasi seluruh WNI di Mesir. Tapi mana buktinya? Kami di sini seperti terkatung-katung tak jelas tanpa konfirmasi dari pihak terkait.

Jujur saja, surat pembaca yang saya kirim ini bukan sebuah bentuk keluhan atau ketakutan. Surat ini lebih bercerita tentang hati yang teriris melihat ketidaksungguhan pemerintah melindungi warga negaranya sendiri. Semoga 'suara perwakilan hati teman-teman' ini dibaca oleh pihak-pihak terkait.


Aziz Ibrahim
Bld. 15/605 El-Tayaran St. Rab'a Adawea Nasr City, Cairo Egypt
aziz_ibrahim_syah@yahoo.com
+20113529747



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads