Kebohongan Akan Terus Dirasakan, Selama Sistem Sekuler yang Memimpin

Suara Pembaca

Kebohongan Akan Terus Dirasakan, Selama Sistem Sekuler yang Memimpin

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2011 10:07 WIB
Kebohongan Akan Terus Dirasakan, Selama Sistem Sekuler yang Memimpin
Keluhan
Tahun berganti tahun, dan kini sedang menjalani tahun 2011 namun permasalahan tetap sama di tahun sebelumnya. Belakangan ini banyak sekali peristiwa yang terjadi dan terungkapnya beberapa kebohongan yang dilakukan oleh pemerintah. Antara lain daftar kebohongan pemerintah dalam bidang hukum yakni, SBY berkali-kali menjanjikan akan memimpin langsung pemberantasan korupsi. Faktanya, riset ICW menunjukkan bahwa dukungan pemberantasan korupsi oleh presiden dalam kurun September 2009 hingga September 2010 hanya 24% yang mengalami keberhasilan.

Di bidang pendidikan, UU Sisdiknas mengharuskan anggaran pendidikan 20% dari alokasi APBN diluar gaji guru dan dosen. Faktanya, anggaran gaji guru dan dosen masih termasuk 20% dari alokasi APBN. Dalam bidang sosial, presiden menjanjikan penyelesaian lapindo dalam debat calon presiden tahun 2009. Faktanya, kasus lapindo belum terselesaikan dengan tuntas dan baik. Bahkan korban lapindo pun sampai saat ini masih menunggu ganti rugi yang seharusnya diterima.

Itulah beberapa kebohongan pemerintah yang telah terungkap. Seperti itulah pelayan rakyat yang seharusnya jujur mengayomi rakyatnya bukan menciptakan kedustaan belaka. Janji-janji yang diucapkan hanya sebagai formalitas saja tanpa ada tindak lanjut yang nyata. Rakyat pun semakin lelah ditipu oleh orang-orang berdasi yang mempunyai kekuasaan. Rakyat bukan butuh janji palsu yang hanya bersifat teori tapi praktek yang jelas.

Inilah pemimpin buatan sistem sekuler yang memisahkan antara hukum Allah dengan kehidupan. Dalam aturan Allah (Islam) pemimpin bertugas untuk melindungi, mengayomi dan melayani rakyatnya dengan penuh kenyamanan dan keamanan. Pemerintah bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya, dan itu akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah. Sistem sekuler hanya melahirkan kebusukan. Oleh karena itu saat ini kita harus membuangnya dan menggantinya dengan sistem Allah yaitu menerapkan Islam secara totalitas dalam naungan khilafah.

Terimakasih kepada Redaksi yang telah memuat surat pembaca ini.


Ayu Susanti
Geger Suni 2 no.55A, Bandung
Kota Bandung
ketulusanhati.2116@gmail.com
085759155195




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait