Ketidakjelasan Antrian di Imigrasi Jakarta Barat

Suara Pembaca

Ketidakjelasan Antrian di Imigrasi Jakarta Barat

- detikNews
Senin, 10 Jan 2011 12:52 WIB
Ketidakjelasan Antrian di Imigrasi Jakarta Barat
Keluhan
Hari ini saya pertama kali datang ke kantor Imigrasi Jakarta Barat untuk pembuatan passport baru untuk pribadi. Sesampainya disana tertulis jelas spanduk yang menyatakan harap tidak menggunakan jasa / CALO dalam pembuatan passport (spanduk yang saya lihat mirip saat pembuatan SIM).

Setelah masuk kantor Imigrasi terlihat banyak orang yang tidak mengerti atau bingung harus kemana dulu, karena didalam tidak terlalu jelas mana orang yang baru akan membuat passport. Mana orang yang mau perpanjang passport, mana orang biro jasa (ups.. calo) mana petugas, atau orang yang hanya duduk-duduk menghabiskan waktu didalam ruangan.

Setelah saya mengisi form dan membeli amplop seharga 7000 rupiah barulah saya lihat antrian, kata salah seorang ibu kita harus ikut antri untuk mendapatkan nomor antrian yang nantinya akan ditukar dengan tanda terima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkas sudah lengkap dan saya pun mulai antri kira-kira pukul 9 pagi saat itu. Sambil sesekali mememriksa kelengkapan berkas yang saya bawa,terdengar pula desas-desus dari para orang yang antri bahwa pengambilan nomer antrian hanya sampai jam 11 siang. Sampailah saya pada posisi antrian kedua pas dibelakang seorang ibu yang sedang ambil nomer antrian.

Akan tetapi tapi tiba-tiba petugas Imigrasi yang bernama Kiki Hadi Alamsyah tersenyum lalu kabur meninggalkan tempatnya. Saya dan orang dibelakang saya pun bingung. "Loh pak kok langsung kabur?" padahal dalam hati saya ini giliran saya diberikan nomer antrian.

Namun apa daya saya pun pulang tanpa membawa tanda terima yang harusnya saya dapatkan saat kedatangan pertama untuk pembuatan passport. Saya sayangkan dan menjadi pertanyaan adalah: kenapa tidak ada informasi jelas atau tertulis di saat orang yang sedang antri, petugas pun langsung kabur saja.

Aneh memang jika dibandingkan dengan tersangka korupsi yang baru-baru ini kabarnya dengan sangat mudah membuat passport dengan identitas palsu. Saran saya semoga pihak kepala Imigrasi Jakarta Barat dapat mengatur supaya hal ini bisa lebih diperhatikan dalam hal kenyamanan dan kemudahan masyarakat untuk membuat passport dan mengetahui informasi dengan mudah.

Dan para petugasnya pun bisa melayani dengan lebih ramah serta santun tidak langsung kabur begitu saja meninggalkan orang-orang yang sedang antri. Terima kasih.

Ferdiyansayah
Asrama Polri Pal Jakarta Barat
ferdian.rizalsyah@gmail.com
02193200218




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait