Keluhan
Besar harapan kami agar kekecewaan dan rasa penyesalan kami yang amat sangat dalam tidak terulang dan menimbulkan deretan panjang korban berikutnya terhadap developer properti PT Cowell Development Tbk. Meskipun termasuk dalam jajaran company properti papan atas di negeri ini dengan beberapa produk unggulannya yaitu Melati Mas Residence (ex-Villa Melati Mas), Serpong Park, Borneo Paradiso dan Serpong Terrace. Namun, nama besar Cowell tidak didukung dengan komitmen dan tim manajemen yang solid. Terbukti kami sebagai salah satu dari pelanggan telah merasakan bagaimana program marketing yang hanya bisa mengobral janji manis namun tidak pernah terealisasi yang berakibat merusak citra dan nama besar Cowell sendiri.
Kami telah menulis surat terkait kewajiban Cowell yang tidak dipenuhi kepada General Manager bahkan Direktur Marketing and Business Development melalui Managernya. Namun, tidak pernah sampai yang membuktikan carut marutnya sistem manajemen Cowell yang masih sangat jauh dari sebuah company bersertifikasi ISO 9001 yang seharusnya mengutamakan pelayanan prima dan kepuasan pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelewengan komitmen ini berawal ketika beberapa bulan lalu kami ingin membeli sebuah rumah. Dari beberapa pertimbangan dan penilaian serta program marketing yang memberikan subsidi bunga 5% dan bonus TV 21' yang akan diberikan setelah akad kredit bila mengambil unit saat itu tanpa syarat apa pun. Akhirnya kami memutuskan untuk membayar tanda jadi untuk mengambil unit salah satu produk dari company property yang sebelumnya bernama PT Karya Cipta Putra Indonesia, yang sempat berganti-ganti nama ini, serta melunasi DP sepuluh hari kemudian.
Proses pengajuan krepit pemilikan rumah KPR yang lama tanpa ada kabar yang pasti dari pihak developer dan bank membuat kami mulai merasakan sistem yang tidak terorganisasi dengan baik. Malah kami yang harus berinisiatif dan aktif menghubungi pihak bank untuk menanyakan status KPR yang seharusnya pihak developer (Cowell) yang menyampaikan hal ini kepada kami. Seperti pengalaman kami sewaktu mengambil rumah yang pertama.
Kemudian kami mendengar kabar bahwa Supervisor Marketing telah resign. Tidak berapa lama menyusul kemudian Sales Officer yang meng-handle kami juga ikut resign. Setelah itu pun kami tidak pernah diinformasikan siapa sales pengganti yang akan meng-handle kami.Β
Sampai akhirnya bagian administrasi KPR Cowell menanyakan status KPR yang justru kami terus menunggu kabar yang tidak pernah datang baik dari pihak Cowell maupun pihak bank. Apakah KPR kami diterima ataupun ditolak. Lagi-lagi kami harus menyiapkan dokumen untuk pengajuan KPR kembali. Sebagai pelanggan yang baik dan disiplin yang berharap akan diperlakukan yang sama oleh Cowell.
Kami kembali mengajukan proses KPR dan aktif menghubungi bank tersebut. Tidak lebih dari seminggu sejak kami harus aktif menghubungi pihak bank untuk memantau status KPR yang kami ajukan kami sudah mendapat persetujuan KPR dari bank. Dengan penuh rasa tanggung jawab kami pun dengan segera menyelesaikan kewajiban kami untuk segera melunasi pembayaran BPHTB dilanjutkan akad kredit dengan bank.
Kami pikir segala kewajiban telah kami selesaikan dengan baik. Cowell pun sudah mendapatkan seluruh haknya berupa sisa pembayaran pembelian rumah dari KPR bank. Bulan berikutnya sejak kami mulai mengangsur KPR ternyata komitmen Cowell tentang subsidi bunga 5% tidak pernah ada kabar. Apalagi terealisasi. Kami bingung ke mana harus bertanya sejak Sales dan Supervisornya resign dan Cowell tidak pernah memberitahu siapa penggantinya.
Pernah kami harus meluangkan waktu untuk menemui Manager Marketing setelah berkali-kali dan setiap hari kami menelepon namun tidak pernah tersambung. Namun, kami diminta menunggu dan dia berjanji akan menghubungi balik via telepon. Setelah lebih dari dua minggu tanpa ada kabar pasti, lagi-lagi kami yang harus menelepon, Manager Marketing menyatakan subsidi bunga ditolak mungkin karena pembayaran DP lebih dari sebulan katanya, yang tidak pernah ada dalam klausul program marketing saat itu. Kami bisa membuktikan bahwa kami telah melunasi DP dalam sepuluh hari, dan lagi-lagi Manager Marketing mencari-cari alasan bahwa subsidi ditolak karena proses KPR yang lama.
Belum beres Cowell dengan kewajibannya, Manager Customer Relation yang tadinya tempat kami menyampaikan keluhan juga resign, ikut menambah deretan panjang bukti sistem yang chaos karena turn over rate pegawai yang sangat tinggi. Kami pernah juga menghubungi top manajemen Cowell, namun bukan 'masalahnya apa' dan 'bagaimana penyelesaiannya' yang ditanyakan, namun 'darimana anda dapat nomor telepon saya'. Duh, rupanya begini company dengan sertifikasi ISO 9001 dalam menangani masalah keluhan pelanggan. Selalu itu yang mereka balik tanya bila kami menelepon.
Kami menyampaikan surat keluhan pelanggan ini ke media bukanlah suatu langkah yang spontan ketika merasa dikecewakan. Namun, sudah melalui usaha yang sangat panjang dan mengikuti prosedur. Mulai mengirim surat ke Supervisor, Manager, General Manager dan Direktur, yang dua tujuan terakhir tidak pernah sampai. Sayang sekali, hanya karena subsidi bunga 5% yang bagi Cowell tidak ada artinya namun buat kami sangat berarti ini harus membuat nama besar Cowell dipertaruhkan.
Bagaimana Ibu Novi Imelly? Semoga keluhan kami ini bisa sampai ke anda. Kami sangat yakin dan percaya Anda tentu akan lebih arif dan bijaksana menanggapi hal ini serta masih mempunyai itikad baik untuk memenuhi kewajiban Cowell dengan penuh tanggung jawab.
Eko Hadiyono
BPP Parung Bogor
omriyad@yahoo.com
08-1817-6191
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































