Keluhan
Saya adalah adik dari pemegang kredit tanpa agunan (KTA) RBS (ABN AMRO) PL dengan nama Nasabah: MAMAH KARTIKA nomor: 3609845055. Kakak saya sudah tidak tinggal dengan saya dari 2 tahun lalu. Dan, meninggalkan hutang beberapa kartu kredit dan salah satunya adalah KTA RBS(ABN AMRO) PL.
Beberapa kali collector datang meminta pertanggungjawaban dari saya dan keluarga untuk menyelesaikan KTA RBS kakak saya. Sejak bulan Januari ada collector (bernama Rizal) yang datang ke rumah. Bapak Rizal mengatakan hutang kakak saya sebesar Rp 12 juta.
Dengan kedatangan collector hal ini sangat mengganggu saya karena saat ini saya tinggal hanya dengan Ibu saya. Artinya jika saya bekerja Ibu saya sendiri. Saya dan Ibu saya tidak tahu menahu tentang pinjaman ini. Tapi, saya mencoba dengan itikad baik untuk menyelesaikan pinjaman dengan membayar bulanan sebesar Rp 430,000. Itu perjanjian dengan collector dan sejak bulan Februari saya membayar tagihan kakak saya dan collector itu tidak datang lagi ke rumah.
Sebelumnya Collector itu meminta saya membayar ke dia dan saya tidak mau. Cara saya membayar adalah dengan cara pembayaran kemudian memasukkan nomor nasabah dari salah satu bank swasta. Dan, collector itu mengeluh lagi. Jika pembayaran saya terlambat terus collector tersebut menyarankan saya membayar dengan cara transfer dan menambahkan 052 di depan nomor (artinya nomor menjadi 052-3609845055).
Kemudian di bulan Juli tiba-tiba ada collector baru datang lagi (bernama Yohkad). Katanya ada pergantian perusahaan. Saya diminta membayar lagi, dan dengan berat hati saya bayar lagi (karena saya sudah bayar di tanggal 13/07/10 dan saya bayar lagi di tanggal 13/07/10. Collector tersebut juga minta bayar cash dan saya tidak mau. Saya melakukan pembayaran melalui bank dan tanpa 052. Dan, kemudian collector itu tidak datang lagi.
Tiba-tiba pada tanggal 25/11/10 ada collector baru lagi datang (bernama Jefri anto) dan dia minta saya membayar lagi ke dia. Sudah saya jelaskan bahwa saya sudah membayar setiap bulannya. Kemudian saya minta perincian dari total hutang kakak saya. Collector yang baru mengatakan total yang harus saya bayarkan adalah Rp 12 juta.
Mengapa masih Rp 12 juta? Sedangkan saya sudah membayar tiap bulannya. Total yang sudah saya bayar sampai dengan bulan Oktober adalah sebesar Rp 4,784,000. Tapi, yang saya bingung, mengapa di perincian itu masih tertulis Rp 12 juta? Dan, untuk iuran bulanan saja saya sudah menyisihkan keperluan saya sehari-hari untuk membayar iuran tersebut.
Itikad baik yang saya berikan tapi yang saya dapat adalah perlakuan collector yang selalu datang dengan berganti-ganti orang. Masalah yang saya hadapi tidak berkurang. Di mana kebijaksanaan dari RBS. Dari bank lain saja penyelesaiannya sangat gampang dan bisa dicicil. Mengapa dari RBS sudah dicicil tapi hutang masih tetap. Bahkan, berkurang hanya sedikit (padahal collector mengatakan bunga sudah tidak berjalan).
Yang saya bingung mengapa harus dengan 052. Sebenarnya itu nomor apa? Dan, saya mencoba menelepon Customer Service RBS (ABN AMRO) PL tapi tidak ada yang menjawab. Saya harus minta penjelasan ke mana?
Jujur saja saya sangat kesal dengan kasus ini. Dengan kedatangan collector yang berbeda-beda. Sedangkan saya yang dilimpahkan permasalahan ini saya sudah punya itikad baik untuk menyelesaikan hutang kakak saya. Oleh karena melalui surat ini saya berharap dapat tanggapan dan penjelasan dari pihak RBS (ABN AMRO) PL atas peristiwa yang saya alami ini. Terima Kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Rani
Jl Bahari 1 No 15 Jakarta
ra_dunker@yahoo.com
021-91146902
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































