Sriwijaya Air Mengambil Keuntungan Tidak Wajar

Suara Pembaca

Sriwijaya Air Mengambil Keuntungan Tidak Wajar

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2010 09:26 WIB
Sriwijaya Air Mengambil Keuntungan Tidak Wajar
Keluhan
Saya membelikan tiket untuk adik saya yang akan terbang bersama dua rekannya untuk rute Jakarta - Malang pada 30 November 2010 dengan Sriwijaya Air SJ-246 dengan kode booking HM7L3. Yang sangat kami sayangkan adalah pemeritahuan pengalihan rute ke Juanda Surabaya baru kami terima pada pukul 22.00 tanggal 29 November.

Saya langsung menghubungi Call Centre seperti yang tertera dalam SMS yang dikirimkan kepada kami. Yang sangat kami sesalkan adalah pengalihan rute ke Juanda tersebut kami harus menambah biaya karena perbedaan kelas. Walaupun masih sama-sama dalam range kelas ekonomi.

Tentu saja kami sangat tidak bisa menerima tawaran dari Sriwijaya tersebut yang dijelaskan oleh Saudara Indra Saputra dari Call Centre Sriwijaya. Bagaimana mungkin dalam jarak yang tidak berbeda dan waktu yang bersamaan penumpang harus
menambah biaya lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari mana logika bisnis Sriwijaya Air dalam situasi bencana ini. Kalau saja kami diinfokan sore atau siang mungkin kami bisa mencari maskapai lain di travel agent terdekat. Namun, kami tinggal di Kota Serang Banten yang tentu saja
pada jam 22.00 sudah tidak ada lagi yang buka.

Kok pengalihan rute ke Juanda masih dikenakan biaya. Saya mohon Dishub menertibkan perusahaan penerbangan yang ingin mengambil keuntungan besar dari bencana di Indonesia. Terima kasih atas perhatiannya.

Arif Kirdiat
Banten Serang
kirdiat@kicoworldwide.com
081808123523





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini