Keluhan
Saya adalah pelanggan Telkomsel Flash dengan Kartu Halo (0811920XXXX) dengan Paket Volume Based sebesar 3 GB untuk setiap 1 bulan. Untuk kelebihan pemakaian dari kuota akan dikenakan biaya sebesar 1 Rp per 1 KB. Biaya tagihan normal untuk Flash saya adalah 443,000 dengan perincian 400,000 untuk biaya koneksi internet, 40,000 untuk PPN dan 3,000 untuk biaya meterai. Dari pertama kali saya berlangganan (bulan Februari), system billing Telkomsel nampaknya sudah mulai menunjukkan "kecurangannya" kepada saya. Tagihan pertama saya dikenakan biaya hampir 1 juta rupiah dan ketika saya mengadukan hal ini ke Grapari, dengan mudahnya Customer Service menuduh saya bahwa saya telah membatalkan Paket Volume Based (yang nota bene sudah saya bayarkan 400,000).
Saya dianggap menggunakan koneksi internet dengan biaya Rp 5 untuk 1 KB dan setelah beberapa hari saya dianggap berlangganan kembali. Sungguh tidak masuk logika dan nalar saya. Namun, sayangnya Customer Service Telkomsel di Grapari Mangga Dua nampaknya tidak bisa berpikir jauh. Mereka hanya bisa menyalahkan konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika saya tanyakan, apa bukti saya membatalkan paket tersebut, mereka tidak mempunyai bukti. Saya bersedia membayar apabila Telkomsel bisa membuktikan saya membatalkan paket tersebut. Namun, ajaibnya, mereka tidak bisa membuktikan, dan hanya berkata, sistem kami mencatat seperti itu. Yang sungguh luar biasa saya dipaksa membayar tagihan meterai sebesar Rp 6,000 untuk kesalahan sistem tagihan Telkomsel.
Wahai Direksi Telkomsel, semoga anda membaca surat ini. Saya berharap ada peningkatan kualitas dan keterampilan Customer Service. Sistem dijalankan oleh manusia. Kalau manusia yang menjalankan tidak cakap, sebagus apa pun sistemnya, tidak akan berjalan dengan baik!
Setelah selesai dengan masalah di atas (waktu yang diperlukan kurang lebih 3 bulan), saya kembali harus berurusan dengan sistem tagihan 'amburadul' ala Telkomsel. Tagihan Bulan September (untuk pemakaian bulan Agustus), saya dikenakan total Rp 2,121,513.
Sistem tagihan siluman Telkomsel mencatat pemakaian saya melebihi kuota sebesar 3 GB untuk bulan Agustus (sehingga tambahannya harus saya bayar sebesar 5 Rp per KB). Statistik di modem saya mencatat bahwa pemakaian saya untuk bulan Agustus bahkan tidak lebih dari 2 GB. Sungguh luar biasa.
Andaikata pun benar saya memakai melebihi kuota (yang jelas-jelas tidak sama sekali), harusnya saya hanya dikenakan 1 Rp per KB bukan 5 Rp. Ada perbedaan 5 kali lipat dalam sistem tagihan ala lintah darat di Telkomsel.
Bayangkan. Untuk faktor pengali saja (yang sederhana) sistem ini melakukan kesalahan yang fatal. Bagaimana dengan perhitungan yang kompleks seperti volume pemakaian pelanggan? Amburadul sudah pastinya. Dan, hal ini terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
Bulan Oktober, saya mengurangi secara drastis penggunaan internet saya sampai hanya 2 minggu pemakaian. Dengan harapan ada sedikit perubahan. Namun, tagihan untuk pemakaian bulan Oktober saya dikenakan biaya 1 juta lebih.
Saya selama ini selalu memonitor pemakaian internet saya. Bahkan, sebelum memutuskan untuk menggunakan Telkomsel Flash, saya sudah memiliki statistik pemakaian rata-rata harian saya, sehingga ketika saya mendaftar untuk Telkomsel Flash, saya memilih paket Volume Based. Sementara itu pemakaian internet saya bukan untuk download youtube atau pun game online lainnya. Hanya untuk outlook email dan online reading.
Saran saya kepada Direksi dan Management Telkomsel, perbaiki dulu sistem tagihan. Banyaknya aduan pelanggan baik di Grapari maupun di berbagai media cetak elektronik membuktikan bahwa system billing Telkomsel tidak reliable.
Berikut adalah nomor aduan saya untuk segera ditindaklanjuti:
1. Tanggal 16 September 2010 - Ibu Mega (Catatan, Ibu Mega ini sepertinya perlu diberikan pengetahuan yang memadai mengenai kertas Carbon Copy. Ketika membuat surat aduan saya dan ada kesalahan penulisan, Ibu Mega ini dengan mudahnya mengkoreksi tulisan tersebut dengan pen correction, ketika saya ingatkan bahwa di lembar berikutnya, kesalahan itu tidak akan terkoreksi karena kertas tersebut adalah kertas Carbon Copy, dia dengan ketus merobek-robek kertas itu dan membuangnya).
2. Tanggal 16 Oktober 2010 - Bapak Aan.
3. Tanggal 13 Nopember 2010 - Bapak Angga. Catatan khusus untuk Bapak Aan dan Bapak Angga, dari sekian banyak Customer Service Officer di Grapari Mangga Dua (saya sampai hapal sebagian besar CSO di Grapari Mangga Dua), kedua orang ini cukup simpatik dan bisa mengerti keluhan pelanggan.
Telkomsel, sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, apakah tidak bisa menilai karakteristik pelanggan dari statistik pemakaian dan pembayaran pelanggan tersebut? Jangan karena merajai pasar Mobile Broadband di Indonesia, bisa bertindak semena-mena terhadap pelanggan.
Mohon keluhan saya ini ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan segera. Terima Kasih.
Eka Hudson Wongkar
Jln Kartini VIII C No 6 Jakarta Pusat
ekahudson@softhome.netย
087882851498
ย
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































