Keluhan
Tempe yang merupakan makanan asli masyarakat Indonesia dapat ditemukan mulai dari pedagang kaki lima sampai restoran mewah. Pembuatannya yang relatif sederhana menjadikan tempe sejak dulu diproduksi oleh industri rumah tangga. Dalam pembuatan tempe proses pencucian dan pelepasan kulit ari kacang kedelai adalahnya yang terbanyak mengkonsumsi air. Untuk menekan biaya produksi produsen tempe sering menggunakan sumber air bersih murah seperti air sungai yang mengalir. Namun, dengan semakin turunnya kualitas air sungai terutama di kota besar seperti Jakarta penggunaan air sungai dalam proses pembuatan tempe haruslah dihindari.
Program MNC (Minggu, 21 November 2010 pukul 11:00) tentang pembuatan tempe yang menggunakan air Kali Ciliwung adalah contoh satu usaha untuk menyadarkan produsen tempe bahwa air Kali Ciliwung yang statusnya adalah katagori D (air untuk menyiram taman) janganlah digunakan dalam proses pembuatan Tempe. Namun, hasil analisis serta wawancara yang ditayangkan (yaitu tentang kandungan logam berat timbal, kadmium, dan tembaga dalam tempe, yang berdasarkan hasil analisis laboratorium milik pemerintah) merupakan hal yang sedikit berlebihan, sensasional, dan cenderung membuat resah masyarakat awam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan baku mutu apa hasil analisis laboratorium dibandingkan? Apakah satuan dalam 'mg/L' lazim untuk makanan padat seperti tempe bukannya baku mutu untuk makanan diberikan dalam bentuk satuan 'mg/kg' basah atau kering? Kemudian yang lebih penting apakah logam berat itu berasal dari air kalinya? Berapa kadar logam berat dalam kacang kedelainya sendiri yang mayoritas adalah hasil impor dari luar Indonesia.
Sungguh disayangkan program yang ditonton begitu banyak pemirsa tidak melalui proses QA/QC yang baik membuat ragu masyarakat dalam mengkonsumsi tempe tentunya tidak sejalan dengan kampanye nasional yang menggalakan tempe sebagai sumber protein murah. MNC sebagai TV pendidikan sudah seharusnya lebih hati-hati dalam menayangkan program yang dapat berdampak pada masyarakat luas. Terima kasih.
Kian Siong
Jalan Pulomas 2B/17 Kayu Putih Jakarta
Ksiong@worldbank.org
085780293557
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































