Malu Masuk ke Tempat Wisata Kebun Raya Bogor

Suara Pembaca

Malu Masuk ke Tempat Wisata Kebun Raya Bogor

- detikNews
Jumat, 19 Nov 2010 16:48 WIB
Malu Masuk ke Tempat Wisata Kebun Raya Bogor
Keluhan
Baru tahu yang namanya Kebun Raya Bogor kemarin. Namanya pariwisata di luar negeri tidak usah berbicaya jauh-jauh di Eropa. Tapi, di Malaysia pun tidak akan seburuk di sini.

Pertama setiap orang diharuskan membayar ongkos masuk Rp 10.000 (sebenarnya Rp 9.500 tapi dikasih kupon PMI Rp 500). Dan oke no problem with this. Lalu, begitu masuk, langsung ditawarkan kantong plastik hitam besar yang biasa untuk tong sampah berapa liter. Padahal, di dalam tidak ada kursi kayu atau kursi batu? Oke. Mungkin yang mau menggelar di dekat pepohonan membawa anak. Atau takut terkena kotor karena banyak tanah.

Biasanya semacam pariwisata begitu orang diberikan peta and brosur keterangan. Ini bahkan hanya dipampangkan peta besar sesudah pintu masuk. Ya ampun. Memang kalau kita lupa kita harus balik lagi ke peta itu di depan sana. Sedangkan kita sudah masuk ke dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak pernah mengerti bagaimana pengaturannya. Harusnya dilestarikan bukan hanya ditarik uang masuk saja kan? Dan, biasanya ada orang yang memberi tahu mau keliling dengan kendaraan atau tidak? Ini boro-boro! Mimpi kali kalau ada yang menanyakan begitu.

Ini kendaraan cuma seliwer. Tidak ada keterangan apa pun. Bahkan, lebih parah lagi WC di dalam sana ampun. Tidak bisa dibuat lebih appropriate sedikitkah? Agar diberikan informasi.

Kalau hanya menarik yang masuk siapa pun juga bisa. Mohon kualitas ditingkatkan untuk kenyamanan. Baik turis dalam negeri maupun turis luar negeri. Saya malu sebagai warga negara Indonesia masuk ke tempat (ini bisa disebut salah satu tujuan pariwisata kan!). Ini yang notabene kelihatannya terkenal sekali tapi ternyata cuma segini?

Andika
Apartemen Sudirman Park Tower 2 Blok AB2
Jl Jenderal Sudirman Kav 26 Jakarta
andikagunawan@gmail.com
0816907787





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads