Bukan Masalah Rp 50,000 Tapi Voucher BRI yang Sudah Tidak Berlaku

Suara Pembaca

Bukan Masalah Rp 50,000 Tapi Voucher BRI yang Sudah Tidak Berlaku

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2010 10:42 WIB
Bukan Masalah Rp 50,000 Tapi Voucher BRI yang Sudah Tidak Berlaku
Keluhan
Sebagaimana seperti yang telah saya laporkan melalui Call BRI 14017. Pada tanggal 21 Oktober 2010 sepulang kantor  saya mampir ke Margo City tempat di mana BRI Kanca Depok sedang mengadakan even yaitu Tabungan BRItama untuk Junior. Karena saya tertarik maka pada saat salah satu pegawai BRI menghampiri saya, tepatnya pada pukul 19:10, maka saya setuju untuk membuka tabungan BRI saat itu juga. Menurut saya pribadi produk tersebut adalah produk yang sangat bagus terutama bagi anak-anak.

Akhirnya pada pukul 19:18 (sebagaimana tertera pada slip setoran pertama saya pada bank BRI) setelah semua beres diberilah saya pilihan sebuah voucher senilai Rp 50,000. Saya pilih voucher untuk berbelanja di Bread Talk sejumlah Rp 50,000.

Kira-kira pukul 20:50 saya datangi counter Bread Talk untuk memanfaatkan voucher tersebut. Dan, jawaban yang saya terima dari Kasir adalah, "maaf Bu, sudah tidak berlaku lagi karena pihak BRI telah menarik depositnya pukul 19:00 tadi". Lalu saya jawab, "oh, oke Mbak. Bisa tolong bantu saya tulis nama, jam saat ini pada vouchernya Mbak?"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya kasir tersebut menuliskan nama dan jam saat itu pada voucher yang ada pada saya. Setelah itu saya membayar apa yang memang saya mau beli di BreadTalk. Tentu dengan uang saya.

Setelah itu saya bergegas ke kounter BRI di mana tempat saya membuka rekening tadi. Saya bermaksud hendak mengembalikan voucher yang menurut saya tidak berguna tersebut. Tapi, apa yang saya dapatkan. 

Di sana hanya duduk seorang perempuan (yang menurut keterangannya dia adalah salah seorang Staff EO dari even BRI yang tadi saya kunjungi). "Maaf, Bu, semua staff BRI nya sudah pulang" (dalam hati saya even macam apa ini mall masih buka tapi even seperti orang kabur).

Tapi, dengan berbaik hati dia coba untuk membantu saya dengan menghubungi salah satu staffnya. Setelah beberapa lama semuanya ternyata tidak ada yang bisa dihubungi. Alias telepon genggamnya tidak aktif semua. Akhirnya dia masih terus mencoba dan akhirnya dapatlah dia berbicara dengan salah satu staff pada even tadi dan jawaban apa yang saya dapat. 

"Oh suruh ke Kanca Depok aja Mbak, nanti uang Rp 50,000-nya kita ganti".

Saya agak kesal mendengarnya karena bukan masalah Rp 50,000-nya tapi niat mereka sejak awal mengadakan even sudah sangat keterlaluan. Untuk apa membagikan voucher yang sudah tidak berlaku seperti itu. Sementara pada saat yang sama bukan saya saja yang tertipu. Melainkan ada tiga orang lagi di tempat yang sama dengan saya memberikan muka kecewa.

Kepada BRI, sekali lagi bukan masalah uang Rp 50,000-nya. Saya masih mampu kok kalau cuma membeli roti sekedarnya. Tetapi, siapa yang mau mengganti rugi rasa malu saya di tengah antrian BreadTalk waktu itu?

Staff BRI termasuk Bapak Eddy Cahyono --Supervisi Layanan Operasional yang ada dan menandatangani pada saat saya membuka rekening juga kelihatannya cuma mengejar target saja tanpa memeriksa dan berkoordinasi dengan staffnya yang berurusan dengan vendor terkait. Lalu dengan entengnya menyuruh saya calon nasabahnya untuk datang minta penggantian uang (kalian pikir saya pengemis?). 

Berapa transpor yang dia sanggup bayarkan kalau dia bisa menyuruh saya datang ke Kanca Margonda hanya untuk penggantian voucher? Agak sulit saya percaya. Staff dengan kualifikasi jawaban seperti itu bisa masuk lolos kualifikasi menjadi staff BRI yang menjadi Bank Nasional dan termasuk Bank Senior?

Keesokan harinya saya masih mencoba kepada pihak-pihak terkait dari Kanca tersebut. Dengan saya mencoba menghubungi Call BRI untuk menyampaikan keluhan saya tersebut. Seperti saya duga tidak ada tanggapan. Bahkan, telepon Kanca Margonda sendiri saya coba hubungi tapi sulit sekali.

Belum 24 jam BRI sudah mampu memberikan pelayanan yang sangat tidak menyenangkan. Sebagaimana seperti yang saya sampaikan juga pada Call BRI bahwa saya akan mengajukan keluhan ini ke publik agar tidak ada lagi yang dirugikan terutama rasa tidak nyaman menjadi korban suatu target even sebuah Bank.

Jalan damai sebagaimana yang saya coba, sebagaimana yang saya utarakan pada Call BRI, juga tidak ada perkembangannya maka saya tulis surat pembaca ini. Mungkin lain hari ya saya tulis di surat pembaca network lainnya. Sekian.

Indria
Jl Gandaria Tengah I No 23
Kebayoran Baru Jakarta Selatan
dryinhell@gmail.com
+628159272813





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait