Keluhan
Pada tanggal 2 Oktober 2010 merupakan hari yang sungguh menyebalkan. Oleh karena kebutuhan maka saya mengambil dana tunai melalui ATM Bank DKI yang merupakan jaringan ATM bersama yang dipakai oleh Bank Muamalat. Setelah melakukan penarikan pertama sukses maka saya melakukan penarikan tunai yang kedua. Setelah menunggu beberapa saat lamanya di mesin ATM tertulis tidak ada respon dari server. Kemudian saya ulangi lagi melakukan penarikan yang hasilnya sama. Setelah menunggu waktu yang agak lama jawaban dari mesin ATM sama. Tidak ada respon dari server.
Saya pergi ke ATM Mandiri dan melakukan cek saldo. Ternyata saldo saya sudah berkurang 2 juta. Angka yang tidak sedikit bukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal 25 Oktober saya telepon kembali akan dijanjikan segera ditindaklanjuti. Tapi, hasilnya masih nihil. Saya telepon lagi tanggal 1 November pagi yang dijanjikan akan dihubungi oleh Bapak Wahyu mengenai tindak lanjut ini.
Ternyata semua itu janji palsu. Hingga saat ini tidak ada yang namanya Bapak Wahyu menghubungi saya untuk pengembalian uang saya yang 1 juta masih terdebet. Bank Muamalat yang sebesar inikah kelakuan oknumnya yang memperlambat proses klaim saya. Atau emang cara kerja Bank Muamalat yang tidak syariah.
Harusnya dengan syariah maka komitmen itu ditepati. Segitu mudahnya bank sebesar ini tidak menghargai nasabah. Apa karena uang 1 juta dianggap tidak ada gunanya? Padahal saya sebagai rakyat kecil uang 1juta itu bernilai sangat besar. Jadi harap ditepati komitmen yang telah
dijanjikan. Terima kasih.
Daryanto
Jl H Sinda Beji Depok
notessiboy@yahoo.com
08129819491
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































