Keluhan
Saya adalah Debitur KTA (Kredit Tanpa Agunan) dari Standard Chartered Bank (SCB) dengan nomor 034 051 1017 5. Hari ini Rabu, 27 Oktober 2010 jam 09:38:34 saya sudah memenuhi kewajiban saya sebesar Rp 2,400,000 (seharusnya Rp 2,373,146) yaitu cicilan bulan ini Rp 2,283,930 ditambah denda keterlambatan bulan kemarin.Hal ini saya lakukan karena sangat jengkel dengan permintaan melalui HP yang sudah 'KEEMPAT KALINYA' oleh Pegawai (operator) SCB yang sangat sangat tidak sopan meminta saya harus membayar cicilan KTA tanggal 28 (padahal jatuh tempo tanggal 30). Terus terang saya merasa sangat kecewa dengan cara pegawai SCB dalam etika menghubungi 'NASABAHNYA'. Kasar, emosional, tidak profesional, kampungan, dan terkesan arogan.
Sewaktu saya membayar cicilan bulan lalu sudah saya jelaskan alasan keterlambatannya. Dan, saya sudah menyatakan kesediaan untuk membayar denda yang diakumulasi pada cicilan bulan ini. Namun, setelah itu saya masih mendapat empat kali telepon ditambah 2 x SMS yang meminta saya membayar pada tanggal 28 Oktober 2010. Padahal, jatuh tempo pembayaran tanggal 30. Mengapa tidak ada koordinasi antara pegawai SCB dalam menangani nasabahnya sehingga saya harus dihubungi sampai empat kali dengan pokok persoalan yang sama. Hal ini sangat sangat mengganggu waktu saya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah cermin pegawai Bank Asing sekelas Standard Chartered Bank yang tidak punya etika melayani nasabahnya. Semoga Managemen SCB dapat lebih mendidik etika pegawainya dengan benar sesuai dengan etika dan kultur budaya timur.
Hormat saya,
Eka Sonjaya
Jl Cianjur No 10F Bandung
ekson64@yahoo.co.id
08164214044
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































