Keluhan
Pada hari Jumat 01/10/2010 pukul 08.30 pagi saya hendak pergi ke luar kota melalui penerbangan Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta) Cengkareng. Sekitar pukul 10.30 ketika saya menunggu masuk pesawat tiba sekitar pukul 10.45 listrik mendadak mati. Akibatnya penerbangan saya ditunda sampai menunggu listrik yang menyala kembali sekitar 30 menit kemudian.Β Kejadian ini cukup mengagetkan saya sebab sebelumnya pada hari Jumat (06/08/2010) saya membaca berita (detik.com) bahwa Bandara mengalami mati listrik yang terjadi pukul 03.40 WIB hingga 06.02 WIB. Kecewa? Pasti. Sebagai pengguna Bandara jelas saya sangat kecewa dengan PT Angkasa Pura II sebagai pihak pengelola Bandara Soeta. Kenapa tidak bisa mengantsipasi dan belajar dari kejadian sebelumnya? Kalau sudah begini siapa yang dirugikan?
Memang kejadian ini ada keterkaitannya dengan PLN sebagai penyuplai listrik ke Bandara. Tetapi, sudah seharusnya pihak bandara bisa berkoordinasi. Mereka punya langkah antisipasi jika listrik mati dan langkah apa yang perlu dilakukan jika listrik mati. Jangan hanya mencari alasan dari kejadian ini. Para pengguna Bandara tidak ingin mengetahui apa pun dengan kejadian ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya sebagai warga yang cukup sering menggunakan layanan penerbangan dari Bandara Soeta merasa terganggu dengan ketidaknyamanan kejadian ini dan cukup merugikan. Terutama dengan keterlambatan keberangkatan sebab terkadang pihak maskapai penerbangan tidak mau tahu dengan kondisi yang dialami oleh calon penumpang sehingga tiket dapat saja dibatalkan.
Hal ini berakibat pada kerugian material, dan yang lebih merepotkan terkadang sulit mendapatkan tiket pengganti terutama di saat peak day. Belum lagi kerugian yang akan dialami oleh maskapai penerbangan dengan tertundanya beberapa jadwal penerbangan.
Artinya pihak pengelola harus sangat memperhatikan fasilitas-fasilitas utama dan pendukung dari bandara agar dipastikan dapat berfungsi dengan normal. Banyak pihak yang berkepentingan terhadap keberadaan bandara sehingga peningkatan layanan harus dilakukan secara serentak bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya.
Jika sebuah Bandara Internasional dalam sebuah Negara terjadi kejadian seperti ini yang menanggung malu adalah semua warga Negaranya. Belajar dari kesalahan dan memperbaikinya merupakan kalimat yang bijak untuk membangun negeri Indonesia yang kita cintai ini.
Semoga pihak pengelola bandara dapat terus meningkatkan layanannya sehingga konsumen tidak merasa selalu dirugikan dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang karena bandara merupakan layaknya cermin sebuah bangsa. Terima kasih.
Erwin Nugraha
Jalan Gatot Subroto Kav 36A
Walahar Bendungan Hilir Jakarta
erwinugraha@yahoo.com
081221491700
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































