Lion Air Mencari Keuntungan di atas Derita Orang

Suara Pembaca

Lion Air Mencari Keuntungan di atas Derita Orang

- detikNews
Senin, 18 Okt 2010 14:16 WIB
Lion Air Mencari Keuntungan di atas Derita Orang
Keluhan
Saya penumpang Lion Air JT 641 dengan tujuan Mataram - Surabaya (06.10 WITA - 06.05 WIB) pada hari Minggu, 17 Oktober 2010. Seperti pada umumnya saya melakukan check in 1 - 1.5 jam sebelum jam keberangkatan. Hal ini biasa saya lakukan untuk mengantisipasi antrian yang panjang di counter check in dan untuk menghindari keterlambatan dalam hal melakukan check in.

Namun, setelah mengantri cukup lama di depan counter check in Lion Air di mataram tiba-tiba kami diberitahukan bahwa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 641 ditiadakan atau dibatalkan. Semua penumpang JT 641 otomatis dipindahkan ke penerbangan JT 645 jam 13.05 WITA.

Hal ini tentu saja membuat saya dan penumpang lainnya terkejut. Karena, kami tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari pihak Lion Air, baik melalui SMS, telepon, surat ataupun e-mail. Ketika, saya menanyakan kepada petugas bandara kenapa penerbangan tersebut dibatalkan staf tersebut mengatakan dia tidak mengetahui alasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungguh, saya sangat kecewa dengan sikap yang tidak profesional dari pihak manajemen Lion Air. Kekecewaan saya bertambah ketika kami dibiarkan menunggu selama 7-8 jam tanpa ada penjelasan mengenai keterlambatan tersebut dan tidak ada inisiatif dari pihak Lion Air untuk memberikan penjelasan, kompensasi, atau apa pun.

Saya dan penumpang lainnya dibiarkan menunggu begitu saja dari Subuh sampai dengan siang hari. Saya dan penumpang JT 641 lainnya memang akhirnya berangkat bersama dengan penumpang JT 645 sekitar jam 14.00 WITA.

Jujur, saya sangat kecewa sekali dengan Lion Air. Ya, saya mengakui bahwa setiap
pedagang/pengusaha pasti ingin mencari keuntungan. Tapi, apakah etis mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain? Terima kasih.

Salam,
Riedha E
Kp Pulo Geulis No 99 Bogor
riedhae@yahoo.com
081252892277





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini