Keluhan
Saya pemegang kartu kredit UOB Buana sejak bulan Agustus 2008. Pada tanggal 01 Oktober 2010 saya selaku pemegang kartu kredit UOB Buana menerima tagihan kartu kredit dengan nomer: 4027 3620 0056 xxx6 dengan total tagihan Rp 7,023,623. Jatuh tempo 11 Oktober 2010 termasuk Iuran Tahunan untuk kartu saya tersebut sampai bulan Agustus 2010.Pada tanggal 11 Oktober tagihan telah saya lunasi melalui ATM sebuah bank sejumlahRp 7,029,623 karena saya tambahkan biaya materai Rp 6,000. Saya akan menutup kartu tersebut.
Pada tanggal 12 Oktober 2010 saya menghubungi Call Centre yang diterima oleh seorang wanita (lupa nama) yang menginformasikan bahwa saya ingin menutup kartu UOB tersebut karena sudah tidak ingin saya gunakan. Cukup 2 (dua) tahun menjadi nasabah kartu kredit UOB Buana. Saya sudah membayarkan Iuran Tahunan sebesar Rp 350,000 yang belum saya gunakan agar proses penutupan kartu tidak sulit seperti yang saya baca di media online Detik.com dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal 13 Oktober 2010 saya menghubungi Call Centre kembali untuk meminta penutupan kartu dan diterima oleh Bapak Yth Agung dan diinformasikan bahwa kartu tidak dapat ditutup karena masih ada bunga berjalan sebesar Rp 12,000. Staff tersebut tidak dapat menjelaskan dari mana bunga berjalan tersebut berjalan dan tetap harus membayar bunga tersebut jika ingin ditutup kartunya.
Bagai disambar petir di siang bolong betapa terkejutnya saya dengan informasi staff tersebut. Saya semakin kecewa karena staff sebelumnya yang saya hubungi tanggal 12 Oktober 2010 tidak menginformasikan bahwa ada bunga berjalan Rp 12,000. Bapak Agung Yth malah menanyakan dengan siapa saya berbicara seakan-akan saya berbohong.
Saya meminta untuk cek histori percakapan dan catatan yang ada di UOB namun karena tidak ada kesepakatan akhirnya telepon saya tutup dengan ancaman akan saya muat komplain saya ke media massa jika tidak ada yang menghubungi saya dan menjelaskan kembali kenapa kartu tidak bisa ditutup.
Berdalih Bapak Agung Yth akan konfirmasi ke bagian terkait. Line telepon digantung sampai akhirnya terputus? Tentu saja saya kecewa lagi.
Namun, saya masih berniat baik untuk menutup kartu. Saya menghubungi kembali Call Centre dan kebetulan sekali langsung tersambung dengan Bapak Agung Yth. Namun, di sini tidak ada kesepakatan kembali sampai akhirnya saya disambungkan dengan bagian kartu Bapak Tulus. Namun, di sini juga tidak ada kesepakatan sampai akhirnya line terputus kembali setelah saya mengancam akan curhat ke media.
Pada tanggal 14 Oktober 2010 jam 08.45 pagi saya dihubungi oleh seorang wanita yang mengaku dari bagian penutupan kartu dan mencoba membujuk saya dengan penawaran promo-promo dari UOB. Saya ditawarkan akan diberikan cicilan 0% selama 6 bulan untuk transaksi di mana pun dengan min pembelanjaan 1 (satu) juta Rupiah. Namun, saya menolak dan meminta agar kartu ditutup saja.
Seperti biasa dengan janji manisnya saya ditawarkan kembali dengan promo-promo dari UOB. Namun, saya tidak tertarik. Saya tanyakan kembali benefit apa saja yang saya dapatkan jika melanjutkan memakai kartu tersebut. Jawabannya selalu dapat menikamti promo-promo dari UOB.
Akhirnya karena saya tidak tega juga dengan usaha dari wanita ini saya mengajukan opsi dengan meminta kenaikan limit. Namun, permintaan saya ditolak karena saya pernah mengajukan limit sementara di bulan April sebesar Rp 14,000,000 sehingga permintaan saya baru dapat diajukan 1 (satu) tahun setelah permintaan kenaikan limit yaitu di bulan Maret 2011.
Saya berpikir dalam hati yang menawarkan kenaikan limit sementara kan dari UOB melalui SMS? Apa saya salah menerima tawaran dari UOB tersebut? Karena tidak ada solusi akhirnya saya minta kartu segera ditutup karena saya tidak mau 'bad
mood' hari itu karena saya ada meeting dan telepon saya tutup!
Pada tanggal 15 Oktober 2010 jam 15.50 WIB saya menghubungi UOB kembali untuk menanyakan status penutupan kartu dan diterima oleh Bapak Taufan. Menurut informasi dari beliau kartu belum ditutup karena belum ada kesepakatan dari UOB Buana. Kecewa kembali saya sebagai pemegang kartu UOB. Bapak Taufan mencoba kembali menyambungkan ke bagian penutupan kartu namun tidak tersambung sampai akhirnya terputus kembali teleponnya.
Masih penasaran dengan pelayanan dari Call Centre UOB saya kembali menghubungi jam 16.10 untuk konfirmasi penutupan kartu dan diterima Bapak Sulis. Setelah mengungkapkan kembali keinginan saya tutup kartu disambungkan kembali ke bagian penutupan kartu. Namun, sampai cukup lama dan tidak tersambung. Sampai akhirnya saya dengan berat hati mengadukan masalah ini ke media dan akhirnya telepon terputus.
Melalui media detik.com ini secara sadar dan karena sangat kecewa dengan pelayanan dari UOB Buana dengan berat hati saya curahkan kekecewaan saya ke media ini. Agar sebagai masukan dan kritik untuk UOB agar melayani nasabah lebih baik lagi. Terima kasih.
Muhammad R
Jakarta Selatan
mrusdi69@yahoo.co.id
08177826xx
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































