Mandiri Mencaci Maki Keluarga dengan Bahasa yang Sangat Tidak Beradab

Suara Pembaca

Mandiri Mencaci Maki Keluarga dengan Bahasa yang Sangat Tidak Beradab

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2010 10:00 WIB
Keluhan
Saya sebagai isteri dari suami pemegang kartu Mandiri merasa sudah berkali-kali menghubungi Card Center Mandiri 14000. Dengan susahnya baru bisa bicara dengan petugas Mandiri. Ke sekian kalinya pula 14000 menjanjikan akan memproses dansaya dipersilakan menunggu konfirmasi balik dari Bank Mandiri.

Namun, sampai saat ini saya belum menerima telepon dari petugas yang dijanjikan. Malah telepon dari petugas yang ditunjuk oleh Bank Mandiri untuk mencaci maki keluarga saya dengan bahasa yang sangat tidak beradab.

Ada pun permasalahannya sebagai berikut. Setelah lama tidak menerima tagihan kartu kredit atas nama HRM Hendi Hendarman BK, karena memang sudah menutup dan melunasi utang piutang kartu tersebut, tiba-tiba saya dikejutkan dengan tagihan kartu atas nama tersebut atas pembelanjaan dengan judul premi asuransi. Selidik punya selidik ternyata suami saya yang sudah stroke (sejak tanggal 20 Maret 2009) menerima telepon dari asuransi tersebut untuk mengikuti asuransi. Mungkin karena tidak memahami apa yang dimaksud dengan penawaran tersebut langsung mengiyakan. Muncullah tagihan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan surat tagihan tersebut saya menghubungi Mandiri Call Center. Saya sampaikan permasalahannya. Petugas pada waktu itu mengatakan Ibu harus mengajukan:Β 
1. PENUTUPAN kartu Mandiri dengan No 5126 7603 0040 xxxx.
2. PEMBATALAN Mandiri Hospital Saving.
3. PENGEMBALIAN PREMI yang sudah dikenakan pada Kartu Mandiri tersebut sebesar Rp 509,220.

Hal ini disebabkan, pada saat dikonfirmasi melalui telepon kemungkinan tidak dapat menangkap apa yang menjadi materi kesepakatan asuransi tersebut. Yang bersangkutan sudah menderita stroke sejak bulan Maret 2009, sehingga tidak mampu berkomunikasi secara normal (dinyatakan dengan Surat Keterangan Dokter terlampir). Tapi, harus dilengkapi dengan dokumen yang menerangkan sakit yang dialami suami saya, surat perawatan rumah sakit.

Itu semua sudah saya lakukan dan sudah dikirim melalui faks yang disebutkan oleh petugas Mandiri. Tetapi, selalu ada surat tagihan. Setiap ada surat penagihan saya langsung menghubungi Card Center dan para petugasnya tetap selalu menjanjikan akan memprosesnya dan itu sudah berkali-kali. Sampai adanya petugas penagihan yang tidak memiliki etika dan biasanya dikondisikan untuk menagih hutang dengan penuh kekerasan walau dalam kata-kata.

Nah, bagaimana solusinya. Apa yang harus saya lakukan karena suami saya sudah tidak bisa diajak berbicara seperti ini dan saya merasa saya sudah melakukan hal itu dengan benar sesuai dengan tahapan yang disarankan dan sekarang penagihan membengkak menjadi 1 juta lebih.

Kok, instansi yang seperti ini bisa dibiarkan hidup untuk merampok orang-orang yang tidak berdaya, Manusiawikah pihak yang berwenang seperti ini. Mohon penjelasan secepatnya karena petugas anda sudah menteror keluarga kami. Terima kasih.

Gugun Amigunani
Jl Pirus No 1 Bandung 40265
gugun@inti.co.id
08157000928





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait