Keluhan
Hari Rabu, 13 Oktober 2010 Citibank menelepon kami di rumah atas tagihan kartu kredit Bapak saya. Kami sepenuhnya menyadari memang kami menunggak pembayaran tagihan kartu kredit Citibank. Kami sudah menginformasikan bahwa seluruh pembayaran ditanggung oleh Ibu saya yang memang sejak beberapa bulan lalu pindah tugas di Lembang dan menetap di sana. Sedangkan kami )(saya dan Bapak) tetap berada di Jakarta.Tapi, citibank terus saja menelpon sejak beberapa hari yang lalu. Akhirnya mulailah siang itu pihak Collection Citibank menelepon dengan marah-marah, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar sehingga akibat kejadian ini Bapak saya sakit.
Saya kaget begitu pulang bepergian Bapak sedang tidur lemas (sebagai tambahan, sebelumnya Bapak saya mengidap sakit stroke). Saya tanya kenapa. Bapak mengatakan bahwa Citibank menelepon dengan menggunakan kata-kata kasar sehingga emosi Bapak meningkat dan langsung lemas.
Kontan saya menghubungi Ibu saya di Lembang untuk melunasi tagihan sebesar 1,5 juta. Tapi, belum habis sampai di situ Citibank masih saja menelepon di sore harinya masih dengan menggunakan kata-kata kasar. Padahal, setelah saya suruh cek pembayaran ternyata pembayaran yang dilakukan Ibu saya ada.
Setelah itu pihak Collection yang mengaku bernama Daus ini malah mengumpat dengan kata-kata kasar dan bilang kalau kami ngotot. Apa-apaan ini. Tidak profesional sekali Citibank. Pihak Citibank yang salah tapi malah kami yang diumpat dengan kata-kata kasar.
Mohon pihak Citibank menanggapi hal ini. Terutama tolong ditindaklanjuti pihak Collection yang menelepon kami yang mengaku bernama Daus.
Rizky Riando
Ciputat Baru Tangerang Selatan
rizky.riando@gmail.com
7422246
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































