Keluhan
Pembaca yang budiman dan pihak Air Asia yang terkasih. Sejauh ini Saya sering menggunakan jasa penerbangan dari Maskapai Air Asia tanpa masalah. Baik itu untuk kepentingan bepergian dalam dan luar negeri dan untuk tujuan liburan atau pun tugas. Banyak features yang ditawarkan oleh Air Asia dalam value dan kemudahan booking via online.Namun per Sabtu, 25 September 2010 rasa itu berubah. Pada tanggal tersebut saya melakukan perjalanan berikutnya dari Bangkok ke Hongkong. Ada pun rute yang Saya tempuh untuk perjalanan saya adalah Jakarta - Bangkok - Hongkong - Malaysia - Jakarta. Di waktu Saya akan boarding di gate 42 tiba-tiba beberapa penumpang (1 pasang WNA USA + 1 WNA USA + saya) dihentikan untuk diperiksa berat dari bawaan tas backpack. Hanya tas ini saja yang saya bawa selama bepergian untuk rute Saya tersebut.
Pada pemeriksaan tersebut berat tas saya melebihi berat yang diperbolehkan untuk dibawa ke cabin yaitu 8,9 Kg. Pihak Air Asia langsung meng-charge saya untuk pinalti kelebihan beban tersebut. Anehnya adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Kenapa lebihnya berat bawaan saya adalah 1,9 kg namun kenapa saya harus membayar sejumlah 9 kp yang setara dengan 1485 THB atau 438.075 IDR?
3. Kenapa pihak Air Asia tidak menawarkan win win solution dalam kasus ini, bukan malah memenangkan keegoisannya?
Akhirnya terjadilah ketegangan antara pihak Air Asia dengan penumpang. Bahkan, salah 1 WNA USA dalam Bahasa Inggris yang berhasil saya terjemahkan sempat mengancam. Kalau anda tetap memaksa saya untuk membayar pinalti ini dengan proses yang menurut saya tidak benar untuk dilakukan pada saat check in, dia mengancam Air Asia untuk berhadapan dengan pemerintah Amerika.
Dengan berat hati Saya yang tidak berdaya melakukan perlawanan seperti WNA tersebut. Melakukan penukaran mata uang asing saya lainnya untuk membayar pinalti tersebut. Dan, lucunya lagi pada saat saya membayar kelebihan berat tersebut saya bilang saya mau ambil HP, kamera, dan psp saya, namun, pihak Air Asia yang melayani saya agak pucat, karena mereka sepertinya tahu, berat tas saya berasal dari barang-barang tersebut. Dan, benar saja ketika perjalanan saya balik dari Hongkong ke Malaysia, 3 Handphone Saya + Kamera + psp + tiket print out Air Asia saya keluarkan dari tas, berat tas Saya hanya 5,6 kg. Hal ini membuktikan:
1. Pelayanan Air Asia di setiap negara memiliki peraturan yang tidak standar. Contoh: Penerbangan Jakarta - Bangkok, Malaysia - Jakarta tidak menawarkan penumpang untuk mengecek berat dari bawaannya, namun mereka tidak menunjukkan sikap egois mereka untuk 'menjebak' penumpang dengan mengecek pada saat boarding seperti di rute Bangkok - Hongkong saya. Penerbangan Hongkong - Malaysia satu-satunya rute yang melakukan sikap profesionalisme dengan menawarkan keramahan untuk penumpang supaya meletakkan barang bawaanya di pengukur pada saat check in agar penumpang tidak berlebihan bawaan.
2. Aturan-aturan Air Asia yang penting dan vital buat penumpang tidak disosialisasikan di depan kepada penumpang.
Saran Saya untuk AirA sia adalah:
1. Jangan egois, anda harus tetap profesional, bukan profesional tapi jiwa penjahat dengan menjebak penumpang pada saat boarding
2. Lakukan penstandaran prosedur di setiap link Air Asia di setiap negara.
3. Sosialisasikan ke calon penumpang.
4. Tawarkan proses yang sifatnya mengingatkan atau menginformasikan kepada penumpang.
Mohon pihak Air Asia dapat lebih memahami calon penumpang atau penumpang, karena tanpa kami Air Asia adalah 'nol besar'. Terima kasih,
Rute Bangkok-Hongkong, FD3562, Seat 11D, Depart 16:30
Receipt over Bagage TAA0017671, 1485 THB, collector Rattaleeya
Tri Darmadi
Kamp Poncol RT 01/02 No 5A
Cipadu Larangan Tangerang
tridarmadi@yahoo.com
081908170889
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































