Keluhan
Penerbangan Lion Air JT 778 Tujuan Makassar - Manado tanggal 21 Agustus pkl 12.25 WITA. Koper warna merah full, tanpa ada garisan (warna lain), beratnya 11 kg dan berisikan pakaian laptop warna pink kecil merk HP mini beserta charger, kabel usb, charger BlackBerry, dan parfum merk jilo. Koper digembok kuning dan check in di Makassar dengan No Bagasi 000 950 792, atas nama Nisma Yulius. Total bagasi 7 buah (4 koper, 3 dos). Setelah sampai di Manado pkl 15.00 WITA, semua barang ada kecuali koper merah. Mengetahui itu, saya langsung menelepon ke Lion Makassar untuk mengecek apakah koper masih tertinggal atau tidak. Pihak Lion Makassar menjanjikan akan menindaklanjuti dan seandainya memang benar tertinggal akan segera dikirimkan ke Manado.Β
Saya menghubungi teman yang menjadi security Bandara Hasanuddin (Ronal Hukom) dan dia berjanji membantu mencarikan. Pukul 20.45 saya mendapat SMS dari Ronald mengatakan bahwa koper saya tidak ditemukan dan setelah dia berkoordinasi dengan pihak Lion setempat, dia mengatakan mungkin terikut pesawat Lion jurusan Jakarta atau Ambon yang terbang saat bersamaan dengan saya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanggal 22 Agustus pkl 23.00 Risman mendapat kabar dari staf Lion bahwa barang sudah sampai di Manado. Paginya, tanggal 23 Agustus 2010 Risman menghubungi saya dan siangnya saya langsung meluncur ke Bandara Manado. Ternyata isi koper saya sudah diacak-acak, kunci gembok memang tidak rusak tetapi di dalam barangnya sudah tidak beraturan dan laptop warna pink kecil merk HP mini beserta charger, kabel usb, dan parfum merk jilo pun raib tidak tahu ke mana.
Saya langsung mengklaim ke Lion Air Manado. Mereka mengatakan saya harus membuat laporan dan berjanji akan menghubungi saya. Seminggu sudah berlalu, janji tinggal janji. Tanggal 28 Agustus 2010 kami sekeluarga balik ke Makassar dan langsung menuju Kantor Lion Air. Mereka sepertinya seolah-olah tidak mengetahui masalah ini.
Apakah pihak Lion Air Manado tidak memberitahukan? Maka dipanggillah Kepala Security Lion
Air yang bernama Syarifuddin. Kami menceritakan kejadiannya dari awal sampai akhir dan mereka berjanji untuk menuntaskan kasus ini. Namun, sampai dengan hari Minggu, 29 Agustus 2010 tak ada stau pihak pun dari Lion Air mangabari kami.
Untuk itu mohon kepada pihak-pihak terkait seperti Dephub dan Angkasa Pura untuk menindaklanjuti kasus ini. Semoga kejadian ini tidak berkelanjutan karena demi kenyamanan penerbangan di Indonesia dan konsumen dapat tenang dalam perjalanan sampai tujuan. Terima kasih atas perhatiannya.
Nisma Yulius
Jl Baiturahman Perum Mutiara Indah Blok C No 6
Panaikang MakassarΒ
venny7402@yahoo.co.id
081356441388
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































