Teror Debt Collector HSBC pada Orang Tak Berdosa

Suara Pembaca

Teror Debt Collector HSBC pada Orang Tak Berdosa

- detikNews
Kamis, 12 Agu 2010 10:48 WIB
Teror Debt Collector HSBC pada Orang Tak Berdosa
Keluhan
Kejadian ini bermula pada hari Kamis, 5 Agustus 2010. Saat itu, Yudi, seorang Debt Collector dari HSBC menelepon rumah kami, dan yang mengangkat adalah ayah saya, Mahdi Chasan. Bapak Yudi menyatakan bahwa ia mencari Bapak Eno Supriadi, yang terlibat dengan masalah hutang piutang dengan bank HSBC.

Ayah saya menyatakan bahwa Bapak Yudi salah alamat, tidak ada orang yang bernama Eno Supriadi tinggal di rumah kami. Ayah saya bahkan menawarkan dengan sopan agar Bapak Yudi datang kerumah kami untuk melihat sendiri. Namun, Bapak Yudi hanya menyebutkan alamat rumah yang ia dapat dari Bapak Eno Supriadi, yang ternyata merupakan alamat rumah tetangga kami.

Keesokan harinya, Bapak Yudi kembali menelepon rumah kami, dan kali ini yang mengangkat saya. Saya menyatakan hal yang sama, bahwa anggota keluarga kami tidak ada yang bernama Eno Supriadi. Saya bahkan bertanya pada Bapak Yudi, mengapa Anda memberikan kredit tanpa mengkonfirmasi kebenaran alamat dan nomor telepon? Apabila keduanya sudah tidak cocok bukankah pasti ada yang salah? Bapak Yudi tidak bisa menjelaskan apa-apa dan pembicaraan pun selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kami berpikir bahwa hal tersebut sudah selesai, hingga kemudian, Bapak Yudi kembali menelepon kami berkali-kali. Yang mengangkat secara bergantian adalah Ayah dan Ibu saya. Kali ini pembicaraan mulai tidak menyenangkan, dan Bapak Yudi mulai membentak-bentak dengan kasar kedua orang tua saya. Bahkan, Bapak Yudi mengatakan bahwa nama kami sudah tercatat di kepolisian untuk diproses dan juga telah di-black list di Bank Indonesia.

Kami sebagai orang yang tidak berdosa, tidak kenal, dan bahkan tidak pernah mendengar nama Eno Supriadi seumur hidup kami tentu merasa terganggu dan sangat kesal. Mengapa bank HSBC melakukan hal tersebut?

Bukankah sebelum memberikan kredit seharusnya pihak bank mengkonfirmasi alamat dan nomor telepon? Dan, apabila alamat dan nomor telepon yang diberikan ternyata salah, mengapa orang-orang tidak berdosa di rumah kami yang harus menghadapi teror yang sedemikian rupa?

Apakah pantas sebuah bank asing terhormat mengajarkan kepada debt collectornya untuk berperilaku demikian? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Tessa Karina
Taman Asri G 7 No 15 Larangan Selatan Tangerang
tessa.karina@hotmail.com
021-7301352/ 08161607009





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait