Keluhan
Pada tanggal 20 Juli 2010 saya membeli tiket secara online lewat www.lionair.co.id dengan rute perjalanan Yogyakarta - Jayapura (transit Jakarta) pada Hari Minggu tanggal 25 juli dengan jam keberangkatan dari Yogyakarta pukul 20.10 WIB dengan nomor penerbangan JT 563 dan tiba di Jakarta pukul 21.10 WIB dan berangkat lagi dari Jakarta ke Jayapura dengan nomor penerbangan JT 798 pada pukul 22.15 WIB dengan harga Rp 2,578,700.00. Saya berangkat dari Yogyakarta baru pada pukul 20.39 pada tanggal 25 Juli 2010 dan tiba di Jakarta pada pukul 21 45. Permasalahan dimulai ketika transit di Bandara Soekarno Hatta. Saat menunjukkan boarding pass untuk pindah pesawat petugas terlihat bingung dan menyuruh saya ke bagian Duty Manager (DM) yang bertugas. Di sana saya dipertemukan dengan DM yang sedang bertugas yaitu saudara TB Ali Barata. Dia menjelaskan penerbangan saya tidak connect dengan pesawat tujuan Jayapura.
Otomatis saya mempertanyakan hal ini. Padahal pada saat saya membeli secara online telah disebutkan perincian jadwal dan nomor penerbangan yang saya lalui. Terus petugas tersebut menjawab bahwa terjadi miskomunikasi dan berbagai alasan lainnya dan dipindah pada penerbangan selanjutnya yaitu JT 898 pada pukul 04.30 besok paginya. Padahal pada saat yang bersamaan teman saya berada di pesawat dengan nomor penerbangan JT 798 dan belum berangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya akhirnya disuruh duduk di seat deretan 12.A. Ternyata saya mendapatkan tempat duduk dari seorang anak berusia 4 tahun yang dimintai untuk dipangku saja oleh orang tuanya dengan mengembalikan uang tiket tentunya. Setelah sekitar 10 menitan dengan masih adanya penumpang yang berdiri dan beberapa pramugari dan petugas yang mondar-mandir menghitung penumpang. Saya dipaksa lagi untuk turun dari pesawat. Dengan alasan bahwa pesawat sudah penuh dan pilot tidak mengizinkan anak tersebut dipangku.
Dengan kesal saya keluar dari pesawat dan memarahi petugas tadi dan akan diminta untuk terbang pada setengah 5 besok paginya. Yang pasti telah mengorbankan waktu kerja saya. Petugas tersebut mengatakan akan bertanggung jawab dengan memberi penginapan dan lain-lain. Tetapi, itu tidak dapat menggantikan waktu saya yang telah tebuang percuma dan mengorbankan satu hari kerja saya karena saya ternyata baru sampai di Jayapura pada pukul 14.15 siang. Dan, untuk malam tersebut saya cuma mendapat ganti rugi penginapan sampai dengan jam 4 pagi sebelum
berangkat.
Tampak di sini bahwa maskapai satu ini menurut asumsi saya telah memasukkan penumpang melebihi kapasitas dan mengalihkan beberapa penumpang ke jam penerbangan berikutnya tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Padahal jangka waktu pemesanan dan jam terbang adalah 5 hari. Sama sekali tidak ada pemberitahuan lebih lanjut. Untuk jalur-jalur transit seperti di Jakarta tampaknya kesemrawutan seperti ini banyak terjadi. Seharusnya maskapai sebesar Lion Air dapat mengantisipasi secepatnya hal seperti miskomunikasi yang disebutkan sebagai alasan di atas dengan melakukan konfirmasi atau apalah. Apalagi di zaman kemudahan teknologi informasi seperti sekarang ini.
Semoga perlakuan seperti ini tidak terulang di masa mendatang dan tidak terjadi pada calon-calon penumpang lainnya. Terima kasih.
Ganggar Dwi Christiawan
Jl Baliem Dok V Jayapura Utara
ganggar@gmail.com
08563638257
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































