Tidak Pernah Berurusan dengan ABN AMRO (RBS) Nama Bisa di SID BI

Suara Pembaca

Tidak Pernah Berurusan dengan ABN AMRO (RBS) Nama Bisa di SID BI

- detikNews
Kamis, 22 Jul 2010 14:50 WIB
Tidak Pernah Berurusan dengan ABN AMRO (RBS) Nama Bisa di SID BI
Keluhan
Betapa kagetnya saya pada saat pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) nama saya terdapat pada sistem informasi debitur (SID) BI yang diinput oleh ABN AMRO dan RBS. Yang katanya menurut mereka saya memiliki hutang KTA 2 jutaan dari bulan November 2009. Dan, lucunya collect 1 pada November 2009 tiba-tiba menjadi collect 5 pada Desember 2009. Collect 2, 3, 4-nya ke mana?

Sangat aneh bank international dapat melalukan collect 1 sampai collect 5 dalam waktu kurang dari 45 hari. Fantastik (mudah-mudahan MURI mencatat rekor black list tercepat). Data-data tersebut dan data lainnya saya dapatkan dari 2 bank asing, 1 bank campuran, 2 bank lokal, dan membuat saya tertawa tak habis pikir inilah sistem yang asal input tapi digunakan sebagai panduan.

Setelah saya check kiri kanan dan saya analisa dan minta bantuan teman saya mencurigai data-data saya dipalsukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab (bisa saat pengisian aplikasi oleh marketing kartu kredit atau oknum marketing tertentu). Bagi saya di-black list atau tidak saya tidak peduli. Yang pasti saya telah mengirim surat ke asosiasi kartu kredit indonesia dan mereka telah membalasnya dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang yang dimaksud dengan nama saya adalah bukan saya. Serta permohonan KPR saya tetap disetujui oleh 5 bank sekaligus. Dan, saya telah search nama yang sama dengan saya ada ribuan lebih nama yang sama. Atau satu dari jutaan nama lain yang telah memalsukan atau mempergunakan data saya secara tidak sah.

Saran saya agar ABN AMRO/ RBS atau nanti penggantinya agar berhati-hati jika memasukkan nama seseorang ke dalam suatu sistem (khususnya dept collection bank) yang biasanya asal black list tapi tanpa melihat orangnya secara langsung. Apa sih yang tidak bisa dipalsulkan di sini.

Jadi pikir ulang jika membuat suatu keputusan black list agar tidak merugikan orang lain. Mungkin anda tidak pernah sadar kalau orang tersebut bisa dendam seumur hidupnya walau orang yang anda black list tidak pernah tahu siapa orang yang mem-black list.

Yang mereka tahu hanya intitusinya dan nama intitusi tersebut menjadi citra buruk di masyarakat walaupun nama intitusi atau perusahaannya berubah dari ABN AMRO menjadi RBS dan nanti berubah entah menjadi apalagi (banknya saja bermasalah ganti-ganti nama atau pemilik. Apalagi Manajemennya juga pasti amburadul data-data berserakan karena karyawannya juga bingung ganti-ganti bos).

Demikian surat ini saya buat agar pihak yang telah memasukan nama saya dalam daftar SID BI mendapat pencerahan dunia akherat, lahir batin, dan menyadari perbuatannya. Dan, agar bank lainya dapat berpikir ulang jangan asal menggunakan SID BI karena SID BI bukan 'harga mati' untuk pengajuan kredit atau keperluan perbankan lainnya.

W Handoyo
centralinnova@gmail.com
081319558800





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads