Standard Chartered Menerbitkan Kartu Tanpa Persetujuan

Suara Pembaca

Standard Chartered Menerbitkan Kartu Tanpa Persetujuan

- detikNews
Senin, 19 Jul 2010 09:18 WIB
Standard Chartered Menerbitkan Kartu Tanpa Persetujuan
Keluhan
Sekitar tanggal 12 Juli 2010 lalu saya menerima kartu kredit baru dari Standard Chartered Bank (SCB) via kurir. Awalnya saya berpikir kartu tersebut adalah upgrade dari kartu SCB sebelumnya. Namun, dugaan tersebut salah karena kartu tersebut adalah kartu kedua bagi saya (kartu baru ini Master Card sementara kartu sebelumnya Visa).

Yang membuat saya terkejut bagaimana mungkin SCB membuatkan kartu kedua tanpa konfirmasi dan seizin dari saya? Karena khawatir akan dampak negatif yang dapat ditimbulkan (annual fee dan lain-lain) saya bergegas menelepon Customer Service (CS) untuk menutup kartu tersebut.

Sebelumnya saya sudah menyampaikan kepada CS mengenai kronologinya. Namun, seperti biasa saya tetap harus menyebutkan dulu identitas pribadi saya sesuai pertanyaan CS. Pada saat menginjak pertanyaan ketiga saya sampaikan, "Mbak, tolong ga usah ditanya-tanya lagi, saya ini mau nutup kartu?" Kemudian CS menjawab, "maaf, Pak. Kami punya prosedur yang harus dilalui?"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Habis sudah kesabaran saya sehingga saya mengatakan, "baiklah Mbak kalo begitu, saya akan langsung potong saja kartu ini?" Kemudian saya tutup telepon. Apabila memang SCB mempunyai prosedur seperti apakah prosedur penerbitan kartu kredit? Apakah memang seorang nasabah bisa dibuatkan tambahan kartu tanpa konfirmasi atau persetujuan yang bersangkutan?

Bagaimana bila kartu yang tak pernah disetujui nasabah tersebut jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan. Apakah SCB bisa bertanggung jawab? Mohon agar SCB memperbaiki prosedur yang dimiliki demi keamanan bersama. Terima kasih.

Joneth Pradhian Wijaya
Jl Tanah Manisan No 26 Jakarta Timur
yonethpw@yahoo.com
081288757700





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads