Masya Allah Kejamnya Lion Air Kepada Konsumen Hilang Bagasi

Suara Pembaca

Masya Allah Kejamnya Lion Air Kepada Konsumen Hilang Bagasi

- detikNews
Jumat, 09 Jul 2010 16:30 WIB
Masya Allah Kejamnya Lion Air Kepada Konsumen Hilang Bagasi
Keluhan
Pada tanggal 13 Juni 2010 Istri saya pulang dari Medan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air JT-0385. Berangkat dari Medan pukul 17.30 Wib dan sampai di Jakarta pukul 19.30. Dengan kondisi barang bawaan melalui bagasi setelah menunggu proses pengambilan bagasi ternyata ada satu tas koper istri saya yang belum ditemukan dengan Tag Number: 0990-618885.

Setelah disuruh mencari oleh Pihak Lost and Found Lion Air belum juga diketemukan kami disuruh menunggu oleh Sdr Ade pendaratan pesawat berikutnya dengan asumsi terbawa bagasi oleh penerbangan berikutnya. Kami sepakat menunggu selama 2 jam untuk penerbangan selanjutnya. Tapi, ternyata tas belum juga ditemukan. 

Akhirnya kami oleh Sdr Ade diminta untuk mengisi form kehilangan yang katanya jika diketemukan barang akan langsung dikirimkan malam ini. Waw .. luar biasa tawaran ini. Bersamaan dengan saya ada seorang Bapak yang sedang menggebrak meja karena tasnya terbuka dan isi di dalamnya hilang. Juga bersama saya juga ada seorang laki-laki yang enggan mengisi form kehilangan karena akhirnya tahu tidak mungkin ada realisasi yang ada hanya penggantian per kg sebesar Rp 20,000.00. Kami tidak bergeming dengan hal ini dan berharap ada itikad dan niat dari pihak Lion Air menunaikan janjinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya kami mengisi dan pulang yang nantinya diminta menghubungi lagi besok dengan diberi nomor telepon 021-5594426 untuk konfirmasi. Sekali lagi Waw.. berselang 2 hari saya mencoba hubungi nomor tersebut ternyata tak kunjung berhasil. Akhirnya setelah 7 hari saya datang kembali ke Bandara dan bertemu Sdr Putra yang mencoba menelepon Medan dan Aceh karena kami menuntut tidak akan pulang sampai barang itu kita ketahui ada di mana dan hasilnya pun tetap nihil.

Kami baru sadar nomor yang diberikan Sdr Ade adalah nomor faks yang sampai kiamat tidak akan pernah diangkat. Wah .. wah .. terlihat sudah tidak beritikad baik. Selama seminggu apa yang dilakukan ganti saja namanya dengan 'lost' and 'nothing' Kami diminta untuk kembali setelah 14 Hari. Karena, tidak tahu apa yang mesti dilakukan dan dengan dalih prosedur pencarian. Ya, sudahlah!!

Setelah 14 Hari berselang saya datang kembali ke Pihak Lion Air dilayani oleh Sdr Nanang yang berkata bahwa penanggung jawab barang saya adalah Sdr Ade jadi mesti menunggu kabar yang bersangkutan. Saat saya tanya kapan saya bisa menemui Sdr Ade kru Lion Air berkata bahwa skedul pegawai tidak tetap dan tidak pasti. Terus maksudnya saya setiap hari diminta ngetem cuma untuk ketemu dengan seorang bernama Ade. Masya ALLAH kejamnya maskapai ini kepada konsumen.

Setelah saya memaksa bahwa saya harus dapat nomor pribadi Sdr Ade akhirnya perjuangan saya berhasil dengan sedikit menekan Sdr Nanang yang setelah tahu nomor saya tidak pernah mengangkat telepon tapi kalau dicoba dengan nomor lain pasti diangkat. oba saja.

Setelah mendapat nomor Sdr Ade saya mencoba menghubunginya dengan dalih masih dicari sampai dengan tulisan ini dibuat saya belum bisa mengajukan klaim yang menurut aturannya adalah Rp 20,000.00 per kg tergantung negosiasi. Kalau anda tahu betapa berharganya semua barang yang ada di kantor Lost and Found yang penuh dengan barang yang antah berantah disertai bau busuk menyengat. Semoga anda semua tersadar dan hati anda Manajemen juga Pihak Lapangan tidak sebusuk sekarang.

Ponco Sampurno
Pancoran Barat 44.B Jakarta Selatan
email.ponco@gmail.com 
0818-08243469
 




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini