Dianggap Belum Lunas dan Ada Tagihan Berjalan Citifinancial

Suara Pembaca

Dianggap Belum Lunas dan Ada Tagihan Berjalan Citifinancial

- detikNews
Selasa, 06 Jul 2010 14:26 WIB
Dianggap Belum Lunas dan Ada Tagihan Berjalan Citifinancial
Keluhan
Bulan 10-2009 saya kedatangan utusan/ kolektor Citifinancial, yang bernama Sdr Wahyu untuk menagih cicilan pinjaman saya kepada Citifinancial. Saya meminta untuk dilunasi saja. Sdr Wahyu merasa senang mendengarnya dan berkata jika saya melunasi semuanya saya akan mendapat diskon yang besar dan dia pun mendapat persentase atau bonus yang besar juga.

Akhirnya dia berjanji akan menanyakan dulu berapa besar rupiah yang harus saya keluarkan untuk pelunasan Citifinancial. Saya mempersilahkan segera diurus. Saya diminta membuat surat permohonan di atas materai dan beberapa tagihan kartu kredit dari bank lain. Setelah saya persiapkan Sdr Wahyu membawa ke kantornya untuk proses pengajuan pelunasan Citifinancial saya.

Dua hari kemudian Sdr Wahyu menghubungi saya di handphone bahwa proses tersebut disetujui dan
bertemu angka 14 juta. Saya bertanya bisa turun lagi tidak. Pokoknya semaksimal mungkin deh. Sdr Wahyu sempat menolak. Tetapi, saya mengatakan tolong dicoba lagi. Akhirnya Sdr Wahyu mau dan bersedia mengajukan lagi ke atasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya dia pun menghubungi saya dan disetujui hanya turun 500 ribu rupiah menjadi 13,5 juta rupiah. Saya mengatakan oke dan Sdr Wahyu akan mengambil uangnya besok sore karena saya harus persiapkan uangnya dulu.

Keesokan harinya Sdr Wahyu kembali menghubungi saya untuk konfirmasi pembayaran yang akan dilakukan sore pada hari itu, dan dia mengatakan akan mengutus temannya yang mengambil karena dia berhalangan datang. Sorenya saya telepon Sdr Wahyu untuk menemui saya di Bank BCA Cibubur. Sekalian bawa tanda bukti pelunasan Citifinancial. Namun, dia bilang tidak bisa.

Alasannyaa selain uang harus setor dulu ke Citifinancial harus menunggu paling cepat satu minggu. Karena, tergantung pimpinan yang tanda tangan, dan banyak bagiannya. Paling saya hanya bisa kasih surat penerimaan uang sementara di kertas cicilan seperti biasanya. Dia bilang tidak apa-apa, kan hanya satu minggu nanti bapak dapat /keluar surat pelunasan itu.

Tapi, dia menambahkan dia akan coba secepatnya diusahakan. Saya bilang okelah. Akhirnya proses pembayaran pelunasan tersebut berlangsung. Saya terima surat kopi warna merah, dan ditulis lunas oleh rekannya Wahyu, dan besok Wahyu akan datang katanya.

Keesokan harinya dia tanpa call saya dia datang dan memberitahu saya bahwa saya tetap menunggu satu minggu dan akan diantar. Saya senang Sdr Wahyu staf dari Citifinancial dapat membantu saya. Bahkan, saking saya senangnya saya kasih dia gear set motor dan kampas rem motornya sebagai tanda terima kasih mempermudah proses pelunasan cicilan Citifinancial saya tanpa saya harus repot ke sana-kemari. Dia berkata minggu depan akan kembali lagi membawa surat pelunasan itu.

Namun, sampai sekarang surat itu belum juga saya terima. Saya pikir nanti juga dateng. Tidak mungkin tidak datang. Citibank perusahaan besar. Pasti profesional melayani nasabahnya.

Betapa kaget saya sekitar bulan 3 atau 4 tahun 2010. Saya didatangi kolektor lagi untuk menagih hutang tersebut yang saya sudah lunasi. Saya jelaskan kepada kolektor Citifinancial tersebut dan kolektor tersebut akan melaporkan kejadian dan masalah ini ke atas.

Beberapa hari kemudian pihak Citifinancial menelepon saya meminta untuk datang supaya masalah cepat clear. Saya bilang oke. Tapi, saya cari waktu. Pokoknya saya pasti datang. Saya tenang saja. Toh saya ada buktinya kok.

Beberapa waktu yang lalu saya datang ke Citifinancial di Jamsostek dan diminta ke Pondok Indah untuk konfirmasi meminta surat lunas. Pas saya ke sana saya bertemu dan ditangani langsung oleh Bapak Zakaria wakil dari Citifinancial dan malah saya tetap ditagih.

Uang saya yang 13,5 juta waktu itu dianggap cicilan? Logika mana. Cicilan hanya telat dan sampai 4-6 juta saya bayar 13,5 juta? Saya kecewa. Orang terpikiran tinggal ambil surat pelunasan. Eh, malah ditagih untuk bayar hutang yang tertunggak. Bingung saya.

Setelah berdebat cukup lama akhirnya Bapak Zakaria meminta saya untuk membuat kronologis kejadian. Yah, saya buat. Saya jelaskan panjang lebar dan dibubuhi tanda tangan dan materai 6000.

Ketika lagi ngobrol dengan Bapak Zakaria informasi dari dia mengatakan sudah ada 15 sampai dengan 20 kasus sampai akhir tahun 2009 sama seperti saya, dan jumlahnya belasan. Bahkan, ada yang sampai 70 juta rupiah. Tapi, saya tidak tahu penyelesaiannya bagaimana tentang kasus tersebut.

Setelah selesai Bapak zakaria bilang saya akan dihubungi oleh pihak Citibank secepat mungkin setelah surat kronologisnya masuk. Beberapa hari kemudian ada telepon dari pihak Citifinancial dan mengatakan surat kronologis saya ditolak. Apa urusannya? Kok sepihak? Dan, dalam kapasitas apa ditolak atau tidak?

Saya meminta kepada pihak Citibank khususnya Citifinancial untuk lebih profesional menangani SDM-nya. Saya merasa ditipu. Ada apa sebenarnya? Mengapa begini? Saya berharap pihak Citifinancial cepat menanggapi masalah saya. Terima kasih.

Michael Christianto
HP 081283790079





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait