BlackBerry (Bundling) Telkomsel Black Market

Suara Pembaca

BlackBerry (Bundling) Telkomsel Black Market

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2010 08:52 WIB
BlackBerry (Bundling) Telkomsel Black Market
Keluhan
Kejadian itu terjadi pada hari Jumat, 18 Juni 2010 sekitar pukul 14.00 WIB sehabis makan siang. BlackBerry saya jatuh atau tertinggal di toilet sebuah pusat perbelanjaan elite di Jakarta. Saya segera lapor pada security dan pihak pengelola. Namun, mereka tidak dapat berbuat banyak karena barang sudah hilang aau tidak ditemukan lagi di toilet tersebut.

Saya segera melapor ke Grapari Telkomsel di Bekasi Cyber Park karena saya membeli BlackBerry tersebut dengan bundling operator Terkomsel (bergaransi resmi). Kebetulan lokasinya searah dengan perjalanan pulang ke rumah saya, kira-kira pukul 16.00 WIB, saya tiba di Grapari dan menjelaskan perihal kehilangan tersebut kepada CSE yang bertugas (kalau tidak salah dilayani Bapak Ariyo di sebelah kounter 14) dan tentu saja meminta agar PIN BlackBerry yang hilang tersebut segera diblokir.

Alangkah terkejutnya saya ketika mendapat penjelasan bahwa Telkomsel hanya dapat mengganti kartu yang hilang tersebut (recovery nomor saja) dan tidak bertanggung jawab terhadap urusan dengan handset-nya. Termasuk pemblokiran PIN. Menurut Bapak Ariyo saya disuruh menghubungi RIM (Reasearch in Motion). Ketika saya tanya di mana lokasinya, nomor telepon yang bisa dihubungi, jawabannya, "tidak tahu, silahkan cari di distributor-distributor resmi pengedar BlackBerry".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya langsung telepon teman-teman yang pernah mengalami hal yang sama (BlackBerry hilang), dan dari dua teman saya yang menggunakan provider lain, semuanya dibantu operator untuk pemblokiran PIN. Masih tidak puas saya segera menghubungi Call Center telkomsel, dan mendapat informasi dari operator bahwa Telkomsel bisa memblokir PIN dengan catatan saya membawa kotak BlackBerry dan kuitansi pembeliannya (?).

Dua kali saya konfirmasi ke operator tersebut sampai harus menunggu lama, karena telepon di-hold, dan dua kali pula jawabannya demikian. Sampai saya paksa operator tersebut berbicara langsung dengan Bapak Ariyo. Mereka berbicara kira-kira 30 detik dan Bapak Ariyo mengembalikan handphone saya dan malah berkata teleponnya diputus. Jadi, dia katanya tidak mendapat info apa-apa.

Saya segera telepon lagi Call Center tapi diangkat oleh orang yang berbeda (telepon yang pertama diangkat perempuan, sedangkan yang kedua diangkat laki-laki). Lagi-lagi saya terkejut karena mendapat jawaban bahwa Telkomsel tidak bisa memblokir PIN BlackBerry. Setelah telepon pertama dengan dua kali konfirmasi, terus operator berbicara dengan CSE dan katanya telepon diputus, kok telepon yang kedua kali jawabannya berbeda? Dari bisa berubah menjadi tidak bisa. Saya pulang dengan mendapat penggantian kartu baru dan rasa dongkol yang luar biasa.

Hari Senin, 21 Juni 2010 saya melaporkan kehilangan tersebut ke kantor Polisi. Polisi yang bertugas pun menyampaikan bahwa jarang yang membuat laporan begini, karena BlackBerry bisa diblokir oleh operator-nya. Sekali lagi rasa dongkol yang saya rasakan hari Jumat, muncul kembali.

Telkomsel mungkin memang operator terbesar. Tapi, pelayanan Call Center-nya dan Grapari-nya di Bekasi sangat-sangat mengecewakan. Telkomsel juga seharusnya jangan mengeluarkan bundling operator untuk BlackBerry, jika tidak mampu bertanggung jawab terhadap layanan yang diberikan. Apa bedanya membeli BlackBerry Telkomsel dengan membeli BlackBerry unlock yang banyak beredar di pasaran (BM)?

Jangan-jangan kalau BlackBerry saya bermasalah (bukan hilang), Telkomsel akan berkata "itu urusan RIM, bawa aja ke service center-nya". Padahal pas waktu beli di OKE Shop, penjualnya berkali-kali mengatakan bahwa garansi melalui operator, karena RIM tidak punya
service center.

Trisna
Cikarang Bekasi
trisnayanti1@gmail.com
91895585





Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads