Keluhan
Petang kemarin Minggu, 20 Juni 2010 saya tiba di Bandara terminal 2F. Saya bermaksud pulang ke rumah dengan menggunakan jasa X-trans karena melayani shuttle untuk wilayah Bintaro. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 18.10. Setelah mendapatkan tiket saya diberi tahu bahwa keberangkatan shuttle berikutnya pukul 18.30.Menjelang pukul 18.30 saya bertanya pada seorang staf X-trans apakah mobil untuk Bintaro sudah datang dan dijawab belum. Tapi, sudah meluncur dan meminta untuk menunggu sebentar. Saya kemudian kembali duduk di deretan bangku persis di depan meja X-trans.
Sepuluh menit berlalu, saya tak kunjung diberi tahu kapan mobil akan berangkat. Karena tidak sabar, saya kembali ke meja X-trans dan menanyakan kapan mobil ke Bintaro akan datang. Saya terkejut ketika dikatakan mobilnya sudah berangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Betapa tidak profesionalnya. Sementara saya 'dicuekin', mereka (staf X-trans) malah sibuk saling menyalahkan satu sama lain. Tidak ada penjelasan apa pun. Tidak ada kata maaf dan solusi penyelesaiannya bagi saya.
Kemudian ada yang berdalih bahwa jumlah penumpang ketika diberangkatkan sudah pas. Lantas, mengapa saya masih tertinggal. Bahkan, untuk mengembalikan uang tiket saya saja masih perlu diminta.
Jujur, tiket X-trans memang murah. Hanya 35 ribu rupiah. Tapi, tidak lantas menjadi alasan untuk memberikan pelayanan yang murahan. Akhirnya saya memilih menggunakan taksi meskipun lebih mahal sekian kali lipat tapi service yang diberikan jelas.
Kapok saya pake jasa X-trans. Mungkin ada benarnya kata orang Jawa. "Ono rego ono rupa". Jangan mengharap pelayanan yang memuaskan dengan harga murah. Terima kasih.
Febri Ardian
Jl Mandar Dalam 58 Bintaro IIIA
Tangerang Selatan
abie1102@gmail.com
0818699957
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































