Keluhan
Semuanya dimulai pada bulan November 2007 di saat saya sedang terbelit masalah keuangan dan bingung mencari pekerjaan. Hingga saya mendapatkan informasi Program G to G Korea dari BNP2TKI. Saya pikir mungkin inilah jawaban dari masalah ekonomi keluarga saya.Singkatnya saya pun mendaftar pada sebuah pada sebuah Lembaga Pendidikan Bahasa Korea di Kota Cianjur. Dan, informasi awal yang saya terima bahwa intinya lulus atau tidaknya (tes kelayakan berbahasa Korea dasar nasional /KLPT) tetap saya pasti akan berangkat ke Korea untuk bekerja.
Tetapi, pada minggu pertama saya belajar bahasa saya mendapati informasi lanjutan bahwa hanya yang luluslah yang akan tetap bisa memproses bekerja di sana. Alhamdulillah. Saya pada saat pengumuman kelulusan ternyata lulus dengan nilai 132 dan bisa lanjut dengan melengkapi persyaratan administratif lainnya.
Belum berakhir di situ karena kelulusan juga belum tentu menjamin 100% diterima bekerja di Korea. Ibaratnya masih mengandalkan keberuntungan (sama saja dengan melamar pekerjaan di dalam negeri).
Semua berkas persyaratan saya lengkapi mulai dari passport, medical chek up, SKCK, dan lain-lain yang memakan biaya kurang lebih 5 jutA plus transporT. Biaya pandidikan 3 juta sebulan. Total kurang lebih 8 juta sudah keluar. Harapan untuk bekerja dan mengubah nasib di negeri orang masih saya dambakan. Dan, saya pun sending data ke BNP2TKI Jakarta.
Empat bulan kemudian pada tanggal 13 Juni 2008 nama saya sending juga ke Depnaker-nya Korea yang tercantum di situs BNP2TKI. Dan, juga itu harus menunggu untuk mendapatkan SLC (standar labour contract) dari perusahaan di sana. Hampir setiap hari saya ke warnet untuk mengecek kabar terbaru via situs resmi BNP2TKI (coba saya tidak faham internet, mungkin saya juga tidak tahu harus mendapatkan info dari mana). Tetapi, hingga sekarang 2 tahun tidak ada SLC atau pun berita mengenai aplikasi saya.
Saya melalui semuanya ini tanpa bantuan siapa pun itu calo atau apa pun. Bahkan. saya mendengar kawan pendidikan saya yang tidak lolos tes justru sudah berangkat dengan biaya 35 jutaan. Sudah lebih dari dua kali saya mengunjungi Kantor BNP2TKI untuk konfirmasi tetapi tidak pernah mendapatkan kabar atau perlakuan yang layak.
Sertifikat KLPT saya sudah lewat masa berlakunya dan entah apa yang harus saya lakukan sekarang, yang pasti hapus sirna semua mimpi saya membahagiakan keluarga. Dana untuk persiapan kurang lebih 8 juta masih menjadi hutang saya buat salah seorang anggota keluarga.
Saya ingin menanyakan mengapa jalur G to G Korea ini tidak pernah transparan sampai di telinga saya? Hapus, hancur semua impian saya, dan entah apalagi yang harus saya perbuat dengan mimpi dan harapan ini? Sulit rasanya melupakan semua ini, dan mungkin dengan surat ini saya rasa masih banyak rekan lainnya yang mungkin mengalami nasib sama atau pun lebih buruk dari saya dengan G to G ini. Terima kasih.
Ardi
NO. formulir GtoG. 015051
NO. KLPT. 320712005728
ardian.herdiana@yahoo.com
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































