Keluhan
Saya adalah Debitur KTA (Kredit Tanpa Agunan) dari Standard Charteres Bank (SCB dengan nomor 306 160 29 303. Beberapa bulan belakangan saya mengalami kesulitan keuangan dikarenakan ada kebijakan pengurangan penghasilan dari kantor sehingga tidak tepat waktu melakukan pembayaran cicilan bahkan saat membayar tidak sesuai jumlah cicilan KTA tersebut. Β
Karena itu sering saya mendapat telepon dari Debt Collector baik ke HP saya, kantor,
rumah, bahkan ke famili terdekat. Bahkan lagi sampai ke menelepon orang-orang di kantor saya. Dan, ada yang datang ke rumah namun yang baik datang ke kantor dan ketemu dengan rekan kerja saya --Bp David. Dia baik dan Sopan.
Saya heran. Data nasabah bisa menyebar. Bahkan, sampai lingkungan sekitarnya padahal dalam aplikasi selalu disebutkan data nasabah adalah Rahasia bank. Ini berarti Jual beli data sangat mudah di Indonesia.
Β
Debt Collector mengancam, meneror, mengintimidasi. Saya sudah baik-baik. Bukannya berhenti malah menantang dan mengatakan kata-kata yang sangat kasar. Ini yang menyebabkan saya 'takut' menerima telepon dan memilih langsung menelepon ke Bank SCB langsung. Tapi, mungkin SCB tidak 'follow up' ke Debt Collector yang mereka tugaskan.
Yang Paling kasar kemarin 25 Mei 2010. Ada yang menelepon atas nama Bp Hans Yudistira (021 837 987 13) dari Graha Parama Lt 8. Yang sangat membuat saya kaget dengan caranya menyampaikan. Sampai dia mengancam saya menghubungi semua orang yang ada di kantor sampai dengan pejabat terkait dan lain-lain. Bahkan, menyuruh saya datang ke sana. Saya pernah membaca artikel mengenai penulisan nasabah-nasabah SCB yang datang ke sana dan sungguh menyeramkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya bukan 'INGKAR JANJI'. Saya masih membayar. Saya masih niat baik. Saya sempat ditawari jasa pengacara oleh teman saya tapi saya belum terima karena takut justru bertambah ribet. Saya baru terbuka mata setelah semua keluhan dan komentar tentang debt collector SCB yang tidak sopan, kasar, dan bergaya preman. Benar-benar teroris dan ternyata benar sudah saya alami sendiri belakangan ini.
Oleh karena ada pengurangan penghasilan dari kantor, walaupun saya berusaha keras utk membayar dengan cara menyicil, begitu saya mendapat dana tapi tetap tidak dihargai dan dimaki-maki lewat telepon dan datang ke rumah untuk meneror.
Saya amat menyesalkan bahwa sebuah bank asing yang bereputasi internasional ternyata memiliki kinerja yang sangat buruk dan tidak terpuji. Jangan menambah stres nasabah. Sebaiknya menjaga agar nasabah bisa tetap berproduktif supaya kredit terbayar lancar kembali. Jangan sampai kerdit macet?
Β
Tolong saya. Saya jadi takut. Padahal saya membayar bukan kabur. Lingkungan saya jadi ikut terancam juga. Terima kasih.Β
Ini nomor telepon yang sering mengaku-ngaku dari Graha Parama yang selalu ganti nama dan sangat kurang ajar: 021-83709304, 021-83798792, 021-83709294, 021-83709295, 021-83701783, 021-83701784. Saya juga sudah menghubungi CS (Bunga, 57 9999 88 dan Vira, 837 98 777) namun tidak ada perubahan. Justru semakin kasar.
Β
Hormat saya,
Sendi Yuliana
0813 15 0801 66
Β
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































